Didemo Siswa dan Guru, Ini Pembelaan Kepsek SMAN 19

Kepala Sekolah SMAN 19 Bandung,  Arief Achmad angkat bicara setelah para siswa melakukan unjuk rasa, Kamis (28/2) pagi WIB.

Didemo Siswa dan Guru,  Ini Pembelaan Kepsek SMAN 19
Siswa dan siswi SMAN 19 menggelar unjuk rasa, Kamis (28/2) pagi WIB
INILAH, Bandung- Kepala Sekolah SMAN 19 Bandung,  Arief Achmad angkat bicara setelah para siswa melakukan unjuk rasa, Kamis (28/2) pagi WIB.
 
SMAN 19 Bandung didemo para guru dan siswa yang  menuntut kejelasan program edubox. Menurut Arief, protes para guru dan siswa yang tidak bisa menggunakan edubox dengan maksimal adalah dari penyedia jaringan internet.
 
"Kita sudah panggil dari penyedia internet berkali-kali, terutama pas hujan itu sering trouble," katanya.
 
Sementara itu, saat ditanya tentang biaya 50ribu per bulan dari setiap siswa, Arief menjelaskan program edubox ini, sesuai kesepakatan orangtua siswa itu membayar 50ribu per bulan.
 
"Bukan dari pihak sekolah, tapi kesepakatan orangtua yang ingin terlibat, itu pun hanya 50ribu," ujarnya.
 
Dia berencana akan mengumpulkan seluruh orang tua untuk menegaskan kembali tentang biaya keperluan edubox ini.
 
“Jika memang keberatan dengan iuran edubox ini maka sekolah akan menganggarkannya dari RAKS, tahun ini. Karena memang sebelumnya tidak ada anggaran untuk edubox kalau di anggaran sekolah," ucapnya
 
Arief menambahkan edubox ini sebagai media pembelajaran, seperti soal-soal pelajaran dan daftar hadir siswa, jadi orangtua bisa memantau anaknya hadir atau tidak ke sekolah. 
 
Penggunaan edubox ini sebagai persiapan menghadapi UNBK, sehingga para siswa dibiasakan membawa laptop dan handphone.
 
"Edubox itu lengkap, tapi yang jadi masalahnya guru itu harusnya mengupload sesuai silabus baik materi, soal soal, kemudian mata pelajaran, namun para guru masih belum bisa mengoperasikannya, padahal sudah ada pelatihan," ucapnya.


Editor : inilahkoran