Diduga Jadi Penyebab Banjir, Kajian Amdal Sayaga Hotel Dipertanyakan Warga Perumahan Mutiara Hijau Residence

Warga Perumahan Mutiara Hijau Residence, Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor mempertanyakan hasil kajian analisa dampak lingkungan (Amdal) Sayaga Hotel.

Diduga Jadi Penyebab Banjir, Kajian Amdal Sayaga Hotel Dipertanyakan Warga Perumahan Mutiara Hijau Residence
Semenjak Sayaga Hotel dibangun pada 2019, Perumahan Mutiara Hijau Residence menjadi daerah yang langganan banjir. Padahal, sebelumnya walau hujan deras dua hari dua malam lingkungan tersebut tidak pernah terjadi bencana banjir. (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Cibinong - Warga Perumahan Mutiara Hijau Residence, Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor mempertanyakan hasil kajian analisa dampak lingkungan (Amdal) Sayaga Hotel.

Hal itu mengemuka karena semenjak Sayaga Hotel dibangun sejak 2019, Perumahan Mutiara Hijau Residence menjadi daerah yang langganan banjir. Padahal, sebelumnya walau hujan deras dua hari dua malam lingkungan tersebut tidak pernah terjadi bencana banjir.

"Kami mempertanyakan hasil kajian Amdal Sayaga Hotel, karena akibat pembangunan hotel tersebut, Perumahan Mutiara Hijau Residence menjadi daerah langganan bencana banjir. Kalau kajian Amdalnya bagus dan ada antisipasinya, mau dibangun 10 lantai pun bakal tidak terjadi bencana banjir," kata Wakil Ketua RT 05 RW 09 Perumahan Mutiara Hijau Residence Ali kepada wartawan, Selasa 16 Agustus 2022.

Baca Juga : Sambut HUT ke-73, Yonif 315/Garuda Ziarah ke Pendiri dan Sunan Gunungjati

Ali menuturkan, pada 2019,ketinggian air banjir hanya selutut karena Sayaga Hotel baru dibangun. Seiring berjalannya waktu, terutama setelah bangunan hotel mencapai 90 persen ketinggian air hingga mencapai 140 cm.

"Perumahan Mutiara Hijau Residence baru terkena bencana banjir di tahun 2019 dan 2020. Lalu di tahun ini sudah empat kali kami terdampak, dimana dari 83 keluarga, 55 hingga 60 keluarga menjadi korban, hingga mereka mengungsi ke tempat sarana ibadah dan sanak keluarga," tutur Ali. 

Ia menjelaskan bencana banjir semakin parah, karena banyak sampah proyek pembangunan Sayaga Hotel di drainase Jalan Raya Tegar Beriman. 

Baca Juga : Geger, Penemuan Sesosok Tengkorak di Bawah Jembatan MA Salmun Bogor

"Banyak sampah bambu, puing dan lainnya di drainase Jalan Raya Tegar Beriman, pimpinan proyek waktu itu juga sudah mengakuinya," jelasnya.*** (reza zurifwan)


Editor : donramdhani