Dinas Kesehatan Jawa Barat Percepat Posyandu Prima, Bukan Lagi Sekadar Penimbang Bayi

Dinas Kesehatan Jawa Barat akan melakukan percepatan transisi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) umum menjadi Posyandu Prima.

Dinas Kesehatan Jawa Barat Percepat Posyandu Prima, Bukan Lagi Sekadar Penimbang Bayi
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Nina Susana Dewi, menjelaskan tentang peningkatan status Posyandu menjadi Posyandu Prima.

INILAHKORAN, Bandung – Dinas Kesehatan Jawa Barat akan melakukan percepatan transisi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) umum menjadi Posyandu Prima.

Langkah ini dilakukan untuk mendukung program Kementerian Kesehatan dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Program ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Jawa Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Nina Susana Dewi, menjelaskan ada perbedaan signifikan yang dilakukan Posyandu kelak dalam mewujudkan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Baca Juga : Ridwan Kamil: Inilah Fokus Pemprov Jabar pada 2023

Nantinya, dengan para petugas tidak hanya melayani pendataan anak. Posyandu Prima juga akan melayani masyarakat dan khalayak umum.

Kader Posyandu nantinya akan dibekali sejumlah alat pengecekan kesehatan, khususnya terkait empat penyakit berat yang kerap menjadi beban masyarakat karena menyedot biaya tinggi dalam pengobatannya.

Adapun empat penyakit dengan biaya tinggi dalam pengobatannya tersebut yakni kanker, jantung, stroke dan ginjal.

Baca Juga : Kisah Sukses Petani Milenial, Opik Lepas Gaji Rp12 Juta Jadi Petani Jamur Tiram

“Salah satu program dari Hari Kesehatan Nasional ini adalah transformasi layanan kesehatan, yakni diubahnya Posyandu menjadi Posyandu Prima,” kata Nina Susana Dewi di Gedung Sate, Bandung, Kamis 24 November 2022.

Menurutnya, Posyandu Prima adalah integrasi dari layanan primer, dikhususkan untuk penyakit yang berbiaya tinggi seperti jantung, stroke, kanker dan ginjal. “Jadi kita ingin mencegah dengan promotif preventif,” ujarnya.

Tak hanya itu, Posyandu melalui Puskesmas, nantinya akan dibekali alat rapid untuk empat penyakit katastropik ini, untuk melakukan screening dari rumah ke rumah. Hal ini sebagai langkah preventif.

“Bila nanti ditemukan gejala, bisa segera langsung dirujuk. Jadi Posyandu tidak lagi hanya menimbang anak dan lain-lain,” imbuhnya. (yuliantono)


Editor : Zulfirman