Dishub Cimahi Akan Terapkan Sistem Satu Arah

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi segera menerapkan sistem satu arah di beberapa ruas jalan. Sistem satu arah di lakukan di beberapa titik jalan yang dianggap padat.

Dishub Cimahi Akan Terapkan Sistem Satu Arah
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi segera menerapkan sistem satu arah di beberapa ruas jalan.
INILAH, Cimahi- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi segera menerapkan sistem satu arah di beberapa ruas jalan. Sistem satu arah di lakukan di beberapa titik jalan yang dianggap padat.

Beberapa ruas jalan yang akan dibuat menjadi satu arah yakni Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Baros (Taman Kartini arah Gerbang Tol Baros), dan Jalan Sudirman.

Rencana rekayasanya itu yang mau ke Cimahi hanya bisa lewat Jalan Sudirman belok ke Jalan Urip, tidak bisa belok ke Jalan Baros lewat Gereja Santo Ignatius, karena satu arah. Kalau dari arah Cimahi, langsung diarahkan ke Jalan Baros, menuju ke Gerbang Tol Baros.

Plt  Kadishub Kota Cimahi, Ruswanto mengaku, pihaknya kini tengah menyusun rencana rekayasa jalan tersebut dengan melakukan kajian dampaknya.
Rencananya sosialisasi bakal dilakukan pada 19 hingga 21 Maret 2019. 

"Betul nanti ada beberapa ruas jalan yang sekarang masih dua arah, akan jadi satu arah," katanya saat dihubungi, Minggu (8/3/2019).

Untuk menunjang penerapan sistem satu arah, Dinas Perhubungan juga sudah menyiapkan rambu penunjuk arah, water barrier, tolo-tolo, dan menyelesaikan permasalahan parkir liar di bahu jalan.

"Baru rambu sementara saja, kalau marka permanen belum lihat hasil ujicoba dulu. Parkir liar juga kita bereskan, salah satunya di Jalan Dustira. Kalau masih ada kan menghambat nantinya," ujarnya.

Penerapan sistem satu arah itu juga karena bergesernya simpul kemacetan sebagai dampak dari pelebaran ruas Jalan Baros, di depan Pusdik Armed. Untuk  di Jalan Baros  sudah lancar, jadi macetnya pindah ke Jalan Sudirman dan semakin parah di persimpangan Jalan Dustira dekat perlintasan kereta.

Terkait kemacetan di Jalan Dustira, saat ini murni karena peningkatan volume kendaraan dan jalan perlintasan kereta yang membuat kendaraan harus lewat dengan kecepatan rendah.

"Solusinya harus dibuat underpass yang sudah disetujui pemerintah provinsi. Dengan sistem satu arah ini juga untuk memaksimalkan Jembatan Padasuka. Sekarang kendaraan yang lewat masih sedikit," ujarnya.


Editor : inilahkoran