Dishub Kab Bandung Didesak Segera Tata Terminal Banjaran

Komite Peduli Jawa Barat (KPJB) mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung segera melakukan penataan Terminal Banjaran.

Dishub Kab Bandung Didesak Segera Tata Terminal Banjaran
KPJB mendesak Dishub Kabupaten Bandung menata kembali Terminal Banjaran
INILAH, Bandung-  Komite Peduli Jawa Barat (KPJB) mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung segera melakukan penataan Terminal Banjaran.
 
KPJB juga meminta Terminal Banjaran difungsikan kembali sebagaimana peruntukannya. Karena selama ini landasan terminal tersebut malah dipakai warga untuk berdagang dengan mendirikan ratusan kios.
 
Seperti diketahui, pada 21 September 2018 lalu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung telah melakukan pembongkaran ratusan kios liar yang didirikan di landasan Terminal Banjaran. 
 
Pembongkaran dilakukan setelah adanya kesepakatan antara pemerintah dengan Paguyuban Pedagang Landasan Terminal Banjaran (PPLTB) pada 18 September 2018.
 
Selama ini banyak angkutan kota yang ngetem di pinggir Jalan Raya Banjaran tepatnya di sekitaran terminal dan pasar, karena kapasitas di landasan terminal sudah tidak cukup untuk menampung. Karena sebagian lahan terminal ini banyak berdiri kios-kios liar.
 
Ketua KPJB, Lili Muslihat menilai, pembongkaran yang dilakukan oleh Satpol PP dan Pemerintah Kecamatan Banjaran pada September tahun lalu, merupakan langkah yang tepat. Namun, pada kenyataannya Dishub sebagai pemilik lahan justru tidak melakukan tindak lanjut.
 
"Setelah Satpol PP melakukan pembongkaran kios, seharusnya Dishub langsung menata dan memfungsikan kembali terminal itu, jangan malah dibiarkan,"  kata Lili Minggu (24/2/2019).
 
Meski ratusan kios di landasan terminal sudah dibongkar, kata Lili, pada kenyataannya saat ini Terminal Banjaran tak kunjung difungsikan, sehingga masih banyak angkot yang ngetem di pinggir jalan. Dampaknya, kemacetan di Jalam Raya Banjaran masih belum bisa diminimalisir.
 
"Sekarang lihat saja, ada terminal tapi angkot masih tetap ngetem di pinggir jalan. Ini sangat disayangkan, padahal kan dengan dibongkarnya kios-kios itu, jadi langkah yang bagus agar terminal bisa digunakan untuk ngetem angkot," ujarnya.
 
Lili menyayangkan karena lambatnya tindak lanjut dari Dishub, saat ini malahan para pedagang yang kiosnya sudah dibongkar, justru membangun lagi kiosnya untuk berjualan.
 
Sementara itu, Camat Banjaran, Adjat Sudrajat yang saat itu memimpin pembongkaran mengatakan, selama ini keberadaan kios-kios itu memang membuat lahan terminal jadi menyempit dan kapasitas untuk landasan angkot jadi terbatas.
 
"Akhirnya angkot banyak yang ngetem di pinggir jalan. Imbasnya terhadap kemacetan arus lalu lintas sekitar jalan raya Banjaran," kata Adjat.
 
Pihaknya ingin menata kembali kawasan Banjaran, yang selama ini identik dengan kemacetan. Salah satunya dengan memfungsikan kembali keberadaaan terminal.
 
"Kalau terminal sudah berfungsi lagi, nantinya kan angkot bisa diarahkan agar ngetem di terminal. Lebih tertata dengan rapih dan bisa meminimalisir macet," ujarnya.
 


Editor : inilahkoran