Dishub Kabupaten Direbon: Perusahaan Angkutan Umum Kudu Paham Manajemen Keselamatan

Dishub Kabupaten Cirebon meminta agar semua perusahaan angkutan umum memahami betul terkait manajemen keselamatan. Sebab, hal itu penting demi keselamatan bagi pengemudi maupun penumpang saat berkendara.

Dishub Kabupaten Direbon: Perusahaan Angkutan Umum Kudu Paham Manajemen Keselamatan
Kepala Dishub Kabupaten Cirebon Asdullah Anwar menjelaskan, manajemen keselamatan penting diterapkan. Sebab, salah satu faktor atau penyebab kecelakaan antara lain lalainya pihak perusahaan angkutan umum terhadap manajemen keselamatan. Meski bukan menjadi penyebab utamanya. (maman suharman)

INILAHKORAN, Cirebon - Dishub Kabupaten Cirebon meminta agar semua perusahaan angkutan umum memahami betul terkait manajemen keselamatan. Sebab, hal itu penting demi keselamatan bagi pengemudi maupun penumpang saat berkendara.

Untuk itu, Dishub Kabupaten Cirebon pun mendatangi salah satu perusahaan otobus (PO) Bhinneka. Kedatangan tersebut untuk memberikan pembinaan terkait manajemen keselamatan di perusahaan angkutan umum tersebut.

Kepala Dishub Kabupaten Cirebon Asdullah Anwar menjelaskan, manajemen keselamatan penting diterapkan. Sebab, salah satu faktor atau penyebab kecelakaan antara lain lalainya pihak perusahaan angkutan umum terhadap manajemen keselamatan. Meski bukan menjadi penyebab utamanya.

Baca Juga : Diduga Aniaya Wartawan, Pejabat Pemkab Karawang Serang Balik Dengan Laporan Penyebaran Berita Bohong

"Itu jadi salah satu faktor ya. Tapi bukan cuma itu saja. Bukan penyebab utama," kata Asdullah usai melakukan pembinaan terkait Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum di PO Bhinneka, Rabu 28 September 2022.

Asdullah menjalaskan, fungsi dari transportasi perusahaan angkutan umum itu membantu perpindahan arus manusia atau barang ke berbagai wilayah. Atau sebagai penunjang pembangunan. Agar sesuai dengan fungsinya, tentu harus dilakukan dengan selamat sebagai tujuan.

"Jadi, sebagai perusahaan angkutan umum, mereka harus paham dengan manajemen keselamatan ini," ujar Asdullah. 

Baca Juga : Kampanyekan Alat Musik Tradisional, Musisi Indonesia Ramaikan Konser Budaya

Tapi menurutnya, tidak cukup Dishub hanya memberikan pengarahan kepada para pengusahanya saja. Maka, dalam kesempatan pembinaan itu, pihaknya juga melibatkan para pengemudi angkutannya. 

Mereka, sengaja diberikan pembinaan secara bersamaan agar para pengusaha dan pengemudinya, bisa bekerja sama dengan baik, dalam rangka memberikan pelayanan kepada penumpang sampai tujuan dengan selamat.

"Dishub pun memberikan catatan untuk pengusaha dan pengurusnya. Mereka dibebankan membuat catatan agar sistem manajemen keselamatan berjalan dengan baik dan lancar," ucapnya.

Baca Juga : Relawan SDG Konsolidasi ke Pesantren, Perkuat Dukungan di 2024

Yakni, lanjut Asdullah membuat tabel manajemen keselamatan. Ia mencontohkan mobil A tahun pembuatan 2017. Maka, harus dibuat time schedulenya. Kapan waktu dikontrol air radiatornya, oli rem, minyak rem, klakson dan lainnya.

Ia juga mengingatkan agar manajemen perusahaan untuk tidak mempercayakan begitu saja kepada pengurus atau pengemudinya saja. Tapi harus turun langsung, meninjaunya. Demi, memberikan pelayanan prima.

"Jangan dipercayakan sama sopir saja, harus sidak sendiri. Kecelakaan terjadi human error dan kondisi mobil laik jalan enggak. Pengemudi juga dalam kondisi sehat waras bergas sugih beras," imbuhnya.

Baca Juga : Bupati  Cirebon Minta Masyarakat Pantau Progres Pembangunan

Asdullah menambahkan, pembinaan semacam ini, sering dilakukan Dishub Kabupaten Cirebon. Tujuan utamanya untuk meminimalisir terjadinya human error. 

"Kita sering melakukan pembinaan. Ini salah satunya. Bahkan seringkali kita juga lakukan sidak. Yang tidak nurut, kita berikan sanksi tegas," tukasnya.*** (maman suharman)

Baca Juga : Jelang Pemilu, Bupati Minta Peningkatan Kewaspadaan Dini


Editor : donramdhani