DPR RI Sebut Kenaikkan BBM Bukti Kempemimpinan Jokowi Tak Pro Rakyat

danya kenaikkan BBM Ini,  menurut Diah Nurwitasari menjadi bukti jika pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo tidak berpihak kepada rakyat.

DPR RI Sebut Kenaikkan BBM Bukti Kempemimpinan Jokowi Tak Pro Rakyat
Anggota DPR RI Diah Nurwitasari

INILAHKORAN,Soreang - Kebijakan pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ditengah himpitan ekonomi masyarakat, disesalkan oleh Anggota Komisi VII DPRRI asal Kabupaten Bandung, Diah Nurwitasari.

Adanya kenaikkan BBM Ini,  menurut Diah Nurwitasari menjadi bukti jika pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo tidak berpihak kepada rakyat.

Saat ini, kata Diah Nurwitasari, keterpurukan ekonomi masyarakat akibat pandemi covid-19 belum pulih. Kenaikan harga BBM tentunya semakin mempersulit kehidupan masyarakat.

Baca Juga : Netty Aher: Kenaikan BBM Mencekik Rakyat

"Pemerintah benar-benar tidak mengarkan suara rakyat. Tidak memedulikan kondisi masyarakatnya," kata Diah di Soreang, Senin 5 September 2022.

Disisi lain, tegas Diah, Pemerintah menginginkan kehidupan bangsa ini bisa pulih  lebih cepat bangkit lebih kuat. Tapi sayangnya, keputusan pemerintah menaikan harga BBM ini justru bertolak belakang dengan jargon tersebut.

"Menaikan harga BBM itu justru semakin membebani kehidupan masyarakat. Menaikan BBM menjadi jalan pintas untuk memperbaiki keuangan," ujarnya.

Baca Juga : Akibat Sopir Ngantuk, Tujuh Tewas Dalam Kecelakaan di Tol Semarang - Batang

Tapi sayangnya, lanjut Diah, jalan pintas tersebut, malah membebani kehidupan rakyat yang sebenarnya sudah tercekik dengan pelemahan ekonomi karena pandemi dan terus naiknya harga berbagai kebutuhan pokok. Kini beban rakyat diperberat dengan kenaikan harga BBM.

"Kami di Komisi VII sudah menyampaikan dan dengan tegas menolak rencana itu. Karena dampak lanjutannya yang akan mengikuti," katanya.

Karena memang, ketika harga BBM naik akan terjadi dampak lanjutan, baik kenaikan harga bahan pokok, kenaikan tarif transportasi dan inflasi.

Baca Juga : Pemerintah Pastikan Stok Beras Aman Hingga akhir 2022

"Inflasi akan terjadi akibat kenaikan harga BBM belum dihitung pemerintah. Pada ujungnya rakyat yang akan menanggung beban kenaikan harga BBM in,"ujarnya.

Padahal, kata Diah, masih ada pilihan lain yang pernah ditawarkan kepada pemerintah untuk menyelesaikan masalah subsidi BBM yang menjadi permasalahan saat ini. Diantaranya adalah melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan BBM bersubsidi.

"Kalau penegakan hukum dilakukan sungguh-sungguh, maka BBM bersubsidi yang bocor bisa dihindari,"katanya.

Selain kenaikan harga BBM dunia, kebocoran subsidi selama ini menjadi salah satu alasan pemerintah. Untuk menaikan harga BBM, tanpa mempertimbangkan dampak lanjutan yang akan terjadi.(rd dani r nugraha).


Editor : asayuti