DPRD Jabar Dorong Pemprov Gencarkan Pemekaran Kota/Kabupaten dan Desa

Achmad Ru'yat beralasan, dengan penduduk yang mencapai 50 juta jiwa di Jabar. Sudah seharusnya jumlah kota/kabupaten ditambah guna mencakup kebutuhan pelayanan bagi masyarakat. Tingkat populasi saat ini, yang dipetakan dalam 27 kota/kabupaten dinilainya sudah tidak memadai. 

DPRD Jabar Dorong Pemprov Gencarkan Pemekaran Kota/Kabupaten dan Desa
Wakil Ketua DPRD Jabar Achmad Ru'yat mendorong Pemprov untuk menggencarkan pemekaran kota/kabupaten dan desa. (net)

INILAHKORAN, Bandung - Wakil Ketua DPRD Jabar Achmad Ru'yat mendorong Pemprov untuk menggencarkan pemekaran kota/kabupaten dan desa.

Achmad Ru'yat beralasan, dengan penduduk yang mencapai 50 juta jiwa di Jabar. Sudah seharusnya jumlah kota/kabupaten ditambah guna mencakup kebutuhan pelayanan bagi masyarakat. Tingkat populasi saat ini, yang dipetakan dalam 27 kota/kabupaten dinilainya sudah tidak memadai. 

"Jawa Barat sangat signifikan penduduknya hanya 27 kota/kabupaten. Sementara Jawa Tengah dan Jawa Timur, sudah hampir 40 kota dan kabupaten yang jumlah penduduknya berkisar 32 juta jiwa," ujar Achmad Ru'yat, akhir pekan lalu. 

Baca Juga : Uu Ruzhanul Ulum Sarankan Warga di Daerah Rawan Bencana agar Pindah

Dia meminta Pemprov untuk segera mengajukan pencabutan moratorium pemekaran kepada pemerintah pusat, agar pemekaran Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) dapat segera direalisasikan. Sekaligus memenuhi janji politik Gubernur Ridwan Kamil, dalam kontestasi pemilihan gubernur (Pilgub) 2018 silam.

"Sehingga moratorium pemerintah pusat untuk Jawa Barat dicabut. Sehingga pemekaran sesuai janji gubernur dalam Pilgub, untuk dapat dimekarkan di undang-undang pemekaran bisa dilaksanakan," ucapnya.

Selain itu, Achmad Ru'yat juga meminta kepada Kang Emil -sapaan Ridwan Kamil agar segera memekarkan desa padat penduduk. Guna memaksimalkan dana desa dari pemerintah pusat, dalam rangka percepatan pembangunan daerah.

Baca Juga : DPRD Jabar Nilai Alokasi Anggaran Program Petani Milenial Terlalu Besar, Ini Alasan Emil

"Bahwa Jawa Barat dengan penduduk hampir 50 juta, jumlah desanya lima ribu desa. Sementara Jateng dan Jatim, jumlah penduduknya 32 juta jiwa. Jumlah desanya hampir delapan ribu. Sehingga ini harus mendapat perhatian, untuk dilakukan pemekaran desa karena terkait dengan dana desa dari pusat," ucapnya.

Sementara, Kang Emil mengaku pihaknya sangat ingin melakukan pemekaran dan kini tengah menjalani penataan batas desa, serta peningkatan kapasitasnya. Terlebih saat ini, pasca sudah tidak adanya desa tertinggal, Pemprov tengah berupaya meningkatkan jumlah desa mandiri.

"Terkait peningkatan kapasitas calon daerah persiapan otonom, sangat mendukung pemekaran daerah. Langkah awal kita sedang melakukan penataan batas desa serta peningkatan kapasitas desa. Akselerasi secara massif gerakan membangun desa kita lakukan. Alhamdulillah per tahun ini kuta nol desa tertinggal, mudah-mudahan dengan dukungan dari DPRD dan anggaran kita bisa fokus perbanyak desa mandiri," tandasnya.*** (yuliantono)

Baca Juga : Muktamar XVI Persis, Ridwan Kamil: Penguatan Spiritualitas dan Ekonomi Harus Beriringan


Editor : donramdhani