DPRD Kabupaten Cirebon Sebut Prestasi Olahraga Bukan Soal Anggaran, Sepakat KONI Dievaluasi

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Mohamad Luthfi menanggapi penyataan Ketua KONI Kabupaten Cirebon Hengky Choernia yang menilai dirinya hanya bisa berbicara tanpa memberi solusi.

DPRD Kabupaten Cirebon Sebut Prestasi Olahraga Bukan Soal Anggaran, Sepakat KONI Dievaluasi
Dia mengingatkan beberapa pihak yang mendewakan anggaran terkait prestasi olahraga. Sebab, kalau hanya anggaran itu Garut yang anggarannya cuma Rp4,4 miliar yang nilainya jauh dibandingkan Kabupaten Cirebon justru mampu bertengger di ranking 11 saat Porprov Jabar kemarin. (maman suharman)

INILAHKORAN, Cirebon - Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Mohamad Luthfi menanggapi penyataan Ketua KONI Kabupaten Cirebon Hengky Choernia yang menilai dirinya hanya bisa berbicara tanpa memberi solusi.

"Kami di DPRD Kabupaten Cirebon berbagi peran dengan eksekutif. Tapi pelaksana operasional yang diberi kewenangan untuk membina kegiatan olahraga ada di Dispora bersama KONI dan klub dari masing-masing cabang olahraga (cabor)," katanya, Kamis 1 Desember 2022.

Dia mengingatkan beberapa pihak yang mendewakan anggaran terkait prestasi olahraga. Sebab, kalau hanya anggaran itu Garut yang anggarannya cuma Rp4,4 miliar yang nilainya jauh dibandingkan Kabupaten Cirebon justru mampu bertengger di ranking 11 saat Porprov Jabar kemarin. 

Baca Juga : Nelayan Pesisir Indramayu Sepakat Dukung Ganjar

Kemudian Kabupaten Kuningan, hanya diberikan anggaran Rp6,5 miliar, tapi bisa menorehkan prestasi mentereng. Rankingnya, di urutan ke 12 dengan 22 medali emas yang berhasil disumbangkan. Berada jauh di atas Kabupaten Cirebon yang hanya bisa menyumbangkan 8 medali emas.

"Padahal, jumlah anggarannya jauh lebih besar dibandingkan Kuningan dan Garut. Harusnya kita yang Rp 8 miliar itu bisa lebih baik. Kalau membandingkan dengan Bekasi yang nilainya di atas Rp70 miliar ya wajar, karena dia tuan rumah," terang Luthfi.

Artinya, kata dia, dilihat dari fakta tersebut anggaran tidak menjadi dasar segalanya. Luthfi pun membenarkan, anggaran yang memadai akan mempermudah proses pembinaan dan kompetisi berkelanjutan. Namun, penekanannya anggaran itu bukan segalanya.

Baca Juga : Pemkab Cirebon Sambut Baik MoU Tenaga Kerja Indonesia dengan Pemerintah Korea Selatan

"Saya kira, kita perlu inovasi dan perbaikan sistem pembinaan. Ini yang perlu dievaluasi bersama," ucapnya.*** (maman suharman)


Editor : donramdhani