• Selasa, 17 Mei 2022

Korban Pemerkosaan Perang Kosovo Buka Mulut

- Rabu, 16 Oktober 2019 | 22:00 WIB
Foto: Net
Foto: Net

INILAH, Pristina – Seorang perempuan yang mengaku telah diperkosa pasukan Serbia ketika Perang Kosovo, mengajukan gugatan pidana ke Kantor Penuntutan Khusus, meminta agar penyerangnya diadili.

Shyhrete Tahiri-Sylejmani menjadi perempuan kedua dari 20.000 perempuan yang diperkirakan telah diperkosa selama perang tahun 1998-1999, yang secara terbuka menyampaikan kesaksiannya.

"Saya disini untuk berbagi rasa sakit yang ada dalam jiwa saya," ujarnya di hadapan reporter dan kamera televisi di Pristina, Ibu Kota Kosovo.

"Saya mewakili seluruh ibu, saudara laki-laki, saudara perempuan dan anak perempuan yang menderita rasa sakit yang sama. Saya ingin memberi mereka keberanian. Ini tidak pernah mudah. Pikirkan rasa sakit yang ada di dada Anda, yang tidak pernah dapat disembuhkan lagi. Saya di sini menuntut keadilan," tegasnya.

Feride Rushiti dari Pusat Rehabilitasi bagi Korban Penyiksaan di Kosovo, yang berdiri di sisi Tahiri-Sylejmani, menyampaikan kekecewaannya bahwa korban belum mendapat keadilan dan bahwa mereka yang melakukan pemerkosaan dan kejahatan perang lain masih bebas berkeliaran.

"Kejahatan-kejahatan ini tetap tidak dihukum. Itulah sebabnya kita berada di sini hari ini, untuk menuntut keadilan bagi 20.000 perempuan, laki-laki, anak perempuan dan anak laki-laki yang telah mengalami kejahatan, horor, penyiksaan dan penganiayaan selama perang," ujarnya. (INILAHCOM)

Editor: DeryFG

Terkini

Sejumlah Orang Tewas Tabrakan Truk dan Kereta

Selasa, 5 April 2022 | 20:10 WIB
X