• Sabtu, 18 September 2021

TKI di Malaysia Rasakan Dampak Perintah Kawalan Pergerakan

- Senin, 30 Maret 2020 | 22:10 WIB
Ilustrasi (Antara)
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Kuala Lumpur - Tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia sangat merasakan dampak perintah kawalan pergerakan guna mengekang penularan Covid-19, yang diberlakukan di Negeri Jiran dari 18 sampai 31 Maret dan kemudian diperpanjang hingga 14 April 2020.

Asih Lestari, TKI asal Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, yang bekerja di apartemen Vila Angsana, Kuala Lumpur, pada Senin mengatakan bahwa dia tidak memperoleh upah dari perusahaan yang mempekerjakan dia selama pemberlakuan kebijakan isolasi tersebut.

Asih biasanya pagi hari bekerja membersihkan rumah di apartemen Vila Angsana Kuala Lumpur selama lebih kurang tiga jam dan pada siang hari bekerja di kantor kondominium yang berada di Jalan Ipoh Kuala Lumpur dengan bayaran RM1.800 atau sekitar Rp6.880.000 per bulan.

Semenjak ada penghuni apartemen yang positif terserang Covid-19 di apartemen tersebut pada 21 Maret, Asih dilarang masuk kerja, hanya petugas kebersihan yang diperbolehkan masuk ke area apartemen.

"Sangat berdampak ini kalau ini tidak segera berakhir. Mana yang di kampung cuma mengharapkan saya saja dan dari pihak keluarga suami juga cuma mengharapkan suami saya saja," katanya.

Suami Asih, yang bekerja di sektor konstruksi, juga sementara tidak bisa bekerja karena kegiatan proyek pembangunan dihentikan.

Kondisi serupa juga dialami oleh Takhsis Anshori, TKI asal Lamongan yang tinggal bersama teman-temannya di rumah sewa di Jalan Raja Alang Kuala Lumpur.

"TKI di pembinaan (konstruksi) kena dampak PKP (perintah kawalan pergerakan). Kami libur total tidak boleh bekerja. Yang bekerja diliburkan dua Minggu tanpa ada gaji atau ganti rugi dari perusahaan," kata Takhsis, yang bekerja di perusahaan Satria Acces System.

Pria yang aktif di Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia itu mengatakan, karena tidak ada perjanjian perusahaan hanya membayar pekerja yang bekerja.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Badai Ida di Timur Laut AS Tewaskan 50 Orang

Senin, 6 September 2021 | 10:15 WIB
X