• Kamis, 23 September 2021

AS Pertimbangkan Pelonggaran Sanksi bagi Iran karena Wabah Corona

- Rabu, 1 April 2020 | 14:30 WIB
Ilustrasi (Antara)
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Washington - Amerika Serikat mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap Iran dan negara-negara lain untuk membantu memerangi epidemi virus corona, ujar Sekretaris Negara AS Mike Pompeo.

Meskipun demikian Mike Pompeo tidak memberikan tanda konkret bahwa AS akan melakukannya. Komentar tersebut mencerminkan perubahan sikap Departemen Luar Negeri AS, yang dikritik pedas atas pemberian sanksi kepada negara yang ingin memberikan bantuan kepada Iran.

Sekretaris Jenderal PBB sebelumnya meminta kepada AS untuk meringankan sanksi ekonomi AS terhadap Iran.

Berbicara kepada wartawan, Pompeo menekankan bahwa pasokan kemanusiaan dan medis dibebaskan dari sanksi yang diberlakukan kembali oleh Washington terhadap Teheran setelah Presiden Donald Trump mengabaikan perjanjian multilateral Iran pada 2015 untuk membatasi program nuklirnya.

Namun, sanksi AS yang lebih luas menghalangi banyak perusahaan dalam memberikan bantuan kemanusiaan untuk Iran, salah satu negara yang paling terpukul oleh epidemi virus corona.

Ditanya apakah mungkin Amerika Serikat akan mengevaluasi kembali sikapnya tentang pelonggaran sanksi, Pompeo mengatakan pada konferensi pers: "kami mengevaluasi semua kebijakan kami secara terus-menerus, jadi jawabannya adalah - apakah kami akan memikirkan kembali? - Tentu saja."

Ditanya tentang bantuan seperti itu pada 20 Maret, Pompeo hanya mengatakan sanksi AS tidak berlaku untuk barang medis dan kemanusiaan lainnya.

Pemerintahan Trump menekankan kebijakan "tekanan maksimum" untuk mencoba memaksa Iran untuk mengekang kegiatan nuklir, rudal, dan regionalnya.

Menteri Luar Negeri Iran menuduh Amerika Serikat di Twitter terlibat dalam "teror medis," mendorong juru bicara Pompeo, Morgan Ortagus, pada hari Senin mengatakan: " Berhenti berbohong. ... itu bukan sanksi. "

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Taliban: Di Afghanistan Tak Ada Al Qaida ataupun ISIS!

Selasa, 21 September 2021 | 21:52 WIB
X