• Sabtu, 27 November 2021

Kematian Akibat Covid-19 di Rumah Tidak Terlaporkan di New York

- Rabu, 8 April 2020 | 11:00 WIB
Ilustrasi (Antara)
Ilustrasi (Antara)

INILAH, New York - Penghitungan harian penduduk New York City yang meninggal di rumah dengan gejala mirip virus corona meningkat dari 45 pada 20 Maret hingga 241 pada 5 April, menurut data Departemen Pemadam Kebakaran New York - yang menunjukkan penghitungan kota itu atas korban Covid-19 mungkin secara signifikan jauh lebih rendah dari data sesungguhnya.

Ditanya tentang data departemen pemadam kebakaran itu pada konferensi pers Selasa, Walikota New York City Bill de Blasio mengakui bahwa kematian di rumah belum sepenuhnya dihitung. "Benar untuk berasumsi bahwa sebagian besar terkait dengan virus corona, "katanya.

"Dan itu membuat kita semakin sadar dalam arti berapa banyak orang yang kita yang meninggal dunia, berapa banyak keluarga yang menderita, seberapa nyata krisis ini."

Data pemadam kebakaran didasarkan pada informasi yang dikumpulkan selama panggilan darurat yang melibatkan berhentinya jantung atau pernapasan, disertai demam dan batuk. Itu adalah gejala khas dari kasus parah Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona.

Meskipun gejala-gejala itu juga bisa cocok dengan penyakit seperti influenza, kenaikan yang tajam ini bertepatan dengan lonjakan kasus Covid-19 di New York City, pusat epidemi virus corona Amerika Serikat.

Data itu menimbulkan pertanyaan tentang penghitungan resmi kota yang menunjukkan jumlah kematian akibat virus corona telah datar dalam beberapa hari terakhir (sebelum naik lagi Selasa).

Hitungan kematian harian resmi relatif tetap, mulai dari 309 pada 31 Maret hingga 290 April 5, menurut situs departemen kesehatan. Selama periode yang sama, menurut data pemadam kebakaran, jumlah kematian setiap hari di rumah di antara orang-orang dengan gejala Covid-19 meningkat dari 167 menjadi 241 orang.

Seorang juru bicara Departemen Kesehatan dan Kesehatan Mental kota, yang mengesahkan temuan tentang penyebab kematian, mengatakan jumlah kematian resmi hanya mencakup mereka yang menjalani tes yang mengonfirmasi mereka terinfeksi virus.

Juru bicara itu tidak tahu seberapa banyak orang yang meninggal di rumah yang telah diuji virus corona tetapi mengatakan departemen dan Kantor Kepala Pemeriksa Medis kota sedang bekerja untuk menghitung kasus-kasus di mana korban tidak melakukan tes.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Tragis! Rapper Young Dolph Tewas Ditembak di Toko Kue

Kamis, 18 November 2021 | 10:59 WIB

CPC Serukan Kader dan Militer Merapat ke Xi Jinping

Jumat, 12 November 2021 | 22:07 WIB

Truk Tangki BBM Meledak, 99 Dilaporkan Tewas

Minggu, 7 November 2021 | 08:56 WIB

Catat Rekor, Kasus Penyebaran Covid-19 di Jerman

Jumat, 5 November 2021 | 21:00 WIB

COP26 Akan Sepakati Hentikan Pemakaian Batu Bara

Kamis, 4 November 2021 | 10:15 WIB
X