• Rabu, 8 Desember 2021

Mengerikan, Kematian Akibat Corona di AS Lampaui 25 Ribu

- Rabu, 15 April 2020 | 21:00 WIB

INILAH, Jakarta- Kematian di Amerika Serikat akibat virus corona baru mencapai 25.300 pada Selasa (14/4/2020), atau dua kali lipat dalam satu minggu, menurut hitungan Reuters. Para pejabat memperdebatkan cara untuk membuka kembali kegiatan perekonomian tanpa memicu kembali wabah.

Amerika Serikat, dengan populasi terbesar ketiga di dunia, melewati angka tertinggi untuk kedua kalinya pada Selasa dengan lebih dari 600.000 kasus yang dilaporkan, tiga kali lebih banyak dari negara lain.

Pada Senin, Amerika Serikat melaporkan sekitar 1.500 kematian baru, jauh di bawah hitungan minggu lalu sekitar 2.000 kematian setiap 24 jam, menurut hitungan Reuters. Kematian di AS meningkat sekitar 1.700 pada Selasa dengan beberapa negara bagian belum melaporkan.

Sejauh minggu ini, kematian telah meningkat sekitar 7% per hari rata-rata dibandingkan dengan 14% minggu lalu dan 30% pada sejumlah hari di Maret, menurut hitungan Reuters. Kasus minggu ini naik rata-rata 5% per hari dibandingkan dengan 7,8% minggu lalu dan 30% per hari pada Maret.

Bahkan ketika wabah terburuk tampaknya telah berlalu di Amerika Serikat, negara itu perlu pengujian yang lebih luas sebelum ekonomi dapat dibuka kembali, kata para pejabat kesehatan.

Pembatasan ketat tinggal di rumah pada 94% dari populasi untuk mengekang penyebaran penyakit telah merugikan perekonomian.

Penutupan itu membuat ekonomi AS mungkin kehilangan 25 miliar dolar AS per hari dalam bentuk produksi yang hilang, kata Presiden Federal Reserve St. Louis James Bullard. (Antara)

Editor: Bsafaat

Terkini

Swiss Kerahkan 2.500 Tentara Atasi Lonjakan Covid-19

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:53 WIB

Kebakaran di Penjara Burundi Tewaskan 38 Narapidana

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:47 WIB

Tragis! Rapper Young Dolph Tewas Ditembak di Toko Kue

Kamis, 18 November 2021 | 10:59 WIB

CPC Serukan Kader dan Militer Merapat ke Xi Jinping

Jumat, 12 November 2021 | 22:07 WIB
X