• Sabtu, 27 November 2021

ASEAN Diminta Lakukan Operasi Penyelamatan Warga Rohingya di Laut

- Senin, 27 April 2020 | 09:00 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

INILAH, Jakarta - Pusat Koordinasi Penyelamatan (RCC) atau lembaga serupa yang bisa bekerja sama dengan pihak berwenang negara-negara anggota ASEAN harus segera meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan warga Rohingya pencari suaka di Teluk Bengal dan Laut Andaman.

“Ini bukan hanya kewajiban moral tetapi juga tanggung jawab kemanusiaan dan hak asasi manusia,” kata Wakil Indonesia untuk Komisi HAM Antarpemerintah ASEAN (AICHR) Yuyun Wahyuningrum melalui keterangan tertulisnya, Minggu, yang dirilis guna menanggapi penolakan masuknya kapal pukat yang membawa Rohingya ke Bangladesh pada 23 April 2020.

Menurut Yuyun, ASEAN memiliki perangkat yang siap. Pada 2010, negara-negara anggota ASEAN telah berkomitmen untuk memastikan bantuan yang tepat waktu kepada orang-orang dan kapal-kapal yang berada dalam kesulitan di laut sebagaimana dinyatakan dalam Deklarasi ASEAN tentang Kerja Sama dalam Pencarian dan Penyelamatan Orang dan Kapal dalam Kesulitan di Laut.

Deklarasi ini juga menggarisbawahi pentingnya mengembangkan pendekatan regional terkoordinasi, termasuk mekanisme operasional dan sistem komunikasi untuk mempersiapkan dan memastikan respons yang cepat dan efektif untuk situasi marabahaya.

“Oleh karena itu, penting agar ASEAN dan negara-negara anggotanya mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memperkuat tanggung jawab bersama mereka untuk mengatasi pergerakan maritim para pengungsi dan pencari suaka di Teluk Bengal dan Laut Andaman,” tutur Yuyun.

Agar hal ini terjadi, ia melanjutkan, ASEAN dapat membentuk dana kemanusiaan untuk membantu mereka yang tertekan di laut. Selain itu, hak untuk mencari suaka dijamin berdasarkan Pasal 16 Deklarasi Hak Asasi Manusia ASEAN.

Pada masa pandemi Covid-19, menyelamatkan hidup, terutama mereka yang mencari bantuan, harus menjadi fokus dari tanggapan cepat ASEAN. Pada 23 April 2020, UNHCR telah menyatakan siap mendukung pemerintah untuk memfasilitasi prosedur pendaratan dan tindakan karantina untuk memastikan bahwa masalah kesehatan masyarakat ditangani.

“Saya mencatat bahwa Indonesia telah berulang kali menyatakan keprihatinannya terhadap nasib buruk Rohingya dan keinginan mereka untuk keterlibatan konstruktif melalui ASEAN untuk menyelesaikan krisis dan untuk menunjukkan jalan bagi masing-masing negara untuk memimpin respons regional yang lebih terkoordinasi,” kata Yuyun.

“Dan mari kita juga ingat bahwa dalam dua KTT berturut-turut sebelumnya pada 2018 dan 2019, kepala negara dan pemerintah ASEAN telah menegaskan kembali perlunya solusi yang komprehensif dan tahan lama untuk mengatasi akar penyebab krisis pengungsi, yang hanya dapat berhasil jika mereka merasa aman dan hak asasi manusia mereka dihormati, dilindungi dan dipenuhi,” ia melanjutkan.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Tragis! Rapper Young Dolph Tewas Ditembak di Toko Kue

Kamis, 18 November 2021 | 10:59 WIB

CPC Serukan Kader dan Militer Merapat ke Xi Jinping

Jumat, 12 November 2021 | 22:07 WIB

Truk Tangki BBM Meledak, 99 Dilaporkan Tewas

Minggu, 7 November 2021 | 08:56 WIB

Catat Rekor, Kasus Penyebaran Covid-19 di Jerman

Jumat, 5 November 2021 | 21:00 WIB

COP26 Akan Sepakati Hentikan Pemakaian Batu Bara

Kamis, 4 November 2021 | 10:15 WIB
X