• Sabtu, 27 November 2021

Episode Agresif dalam Perang Melawan Covid-19

- Kamis, 30 April 2020 | 20:40 WIB
Ilustrasi/Antara Foto
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Jakarta-  Laksana klub-klub sepak bola yang cenderung defensif kala menghadapi Barcelona yang sangat agresif menyerang, strategi dunia dalam memerangi pandemi virus corona baru juga cenderung defensif.

Belum tersedianya penawar yang ampuh, baik itu vaksin maupun obat, membuat dunia serempak menggunakan cara-cara defensif dalam meredam serangan virus yang kemudian disebut Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dan menciptakan penyakit baru yang dinamai COVID-19 ini.

Strategi defensif itu terutama dalam bentuk lockdown yang dibarengi pedoman jaga jarak sosial, larangan berkerumun, dan memasifkan pola hidup higienis mengenakan masker, rutin cuti tangan, sampai sedia selalu hand sanitizer di rumah.

Faktanya, paling tidak untuk saat ini, strategi defensif terbukti efektif mengurangi pandemi maut yang sudah merenggut 200-an ribu nyawa manusia di seluruh dunia itu. Buktinya terlihat di Wuhan di China, Korea Selatan, Singapura, Jerman, Vietnam, Australia, Selandia Baru, bahkan Italia, Spanyol dan Prancis yang menjadi trio terparah di benua Eropa.

Indonesia sendiri mencatat cerita relatif sukses ketika pertumbuhan kasus baru di DKI Jakarta disebut-sebut telah menurun.

"Perkembangan terakhir kasus positif telah mengalami perlambatan yang sangat pesat," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo.

Namun satu hal pasti untuk mencatat kesuksesan besar, lockdown atau apa pun namanya, termasuk Pembatasan Sosial Berskala Besar yang diterapkan Indonesia, membutuhkan tes COVID-19 skala luas terhadap sebanyak mungkin warga negara, kalau tidak semuanya. Indonesia disebut-sebut minim dalam soal ini.

Tak ada yang sukses besar dalam meredam virus corona baru tanpa tes skala besar.

Strategi defensif itu menjadi yang paling mudah dan efektif, sekalipun amat menghabiskan energi nasional dan meminta ongkos ekonomi, politik, dan sosial yang luas biasa besar, sampai dunia pun terancam resesi yang dampaknya hampir pasti sampai juga ke Indonesia.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Terkini

Tragis! Rapper Young Dolph Tewas Ditembak di Toko Kue

Kamis, 18 November 2021 | 10:59 WIB

CPC Serukan Kader dan Militer Merapat ke Xi Jinping

Jumat, 12 November 2021 | 22:07 WIB

Truk Tangki BBM Meledak, 99 Dilaporkan Tewas

Minggu, 7 November 2021 | 08:56 WIB

Catat Rekor, Kasus Penyebaran Covid-19 di Jerman

Jumat, 5 November 2021 | 21:00 WIB

COP26 Akan Sepakati Hentikan Pemakaian Batu Bara

Kamis, 4 November 2021 | 10:15 WIB
X