• Sabtu, 18 September 2021

ASEAN Berpotensi Tingkatkan Peran pada Ekonomi Dunia Pasca-Covid-19

- Jumat, 1 Mei 2020 | 23:00 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar. (antara)
Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar. (antara)

INILAH, Jakarta - ASEAN meningkatkan perannya dalam ekonomi dunia pascawabah Covid-19, karena potensinya yang besar sebagai bagian dalam rantai pasok global serta hubungan baik dengan berbagai mitra.

Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar, peran ASEAN pada masa mendatang akan menjadi lebih penting dengan besarnya pasar untuk barang dan jasa yang didorong peningkatan pendapatan kelas menengah.

“(Faktor) ini menjadi kunci dalam situasi ekonomi global saat ini. Kekuatan suatu kawasan atau ekonomi di dunia bukan hanya tentang daya saing dan efisiensi, tetapi juga mempertimbangkan besarnya pasar domestik dan kawasan,” ujar Mahendra dalam seminar daring dari Jakarta, Jumat.

Selain itu, citra ASEAN sebagai mitra yang dapat diandalkan dan tanpa agenda tersembunyi mendorong kekuatan ekonomi dan industri untuk menaruh kepercayaan yang besar terhadap kawasan ini.

“Bayangkan jika ekonomi global mengalami rebound, maka ASEAN akan menjadi mesin pertumbuhan yang sangat penting,” kata Mahendra, yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 2013-2014.

Guna memperkuat peran dalam ekonomi global, menurut dia, ASEAN perlu menempatkan visi strategis baru dengan memanfaatkan Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik, yang telah dikenal dan disambut baik oleh kekuatan besar dunia.

Dengan begitu, ASEAN akan mampu memperluas pengaruhnya di kawasan dan negara- negara mitra strategis maupun dengan kawasan Indo-Pasifik. “Ini menurut saya penting untuk diperhatikan ketika kita ingin membangun hubungan dengan negara dan kawasan lain di dunia,” kata Mahendra.

Sementara itu, ekonomi di Asia Tenggara diprediksi melambat pada 2020. Prakiraan terbaru dari Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), dan Dana Moneter Internasional (IMF) menunjukkan penurunan tajam dalam pertumbuhan regional sebagai akibat goncangan ekonomi dari Covid-19.

IMF memproyeksikan pertumbuhan lima negara ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam melambat -0,6 persen pada 2020, atau turun dari perkiraan sebelumnya sebesar +4,8 persen.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Badai Ida di Timur Laut AS Tewaskan 50 Orang

Senin, 6 September 2021 | 10:15 WIB
X