• Kamis, 23 September 2021

Negara Bagian Victoria Buka Kembali Sekolah Lebih Cepat dari Perkiraan

- Selasa, 12 Mei 2020 | 20:00 WIB
Ilustrasi (Antara)
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Sydney - Negara bagian terpadat kedua di Australia, Victoria, akan kembali melanjutkan pembelajaran tatap muka mulai 27 Mei, berminggu-minggu lebih awal dari yang diperkirakan setelah penutupan sekolah untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Negara bagian termasuk Kota Melbourne akan menerapkan pendekatan perlahan dengan mengizinkan remaja bersekolah terlebih dahulu, diikuti dengan murid yang lebih muda akan mulai masuk kelas pada 9 Juni, kata Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews.

Andrews dikritik oleh lawan-lawan politiknya karena terlalu lamban membuka kembali sekolah, sebuah langkah yang dianggap penting untuk memulihkan ekonomi nasional yang menuju resesi pertama dalam 30 tahun.

Target 27 Mei lebih cepat daripada rekomendasi sebelumnya dari pemerintah untuk para siswa Victoria belajar di rumah hingga pertengahan tahun, seiring tren infeksi baru menurun dengan tujuh kasus baru di negara bagian itu pada Selasa.

Sekolah-sekolah di Victoria akan kembali dibuka untuk kelas 11 dan 12, serta kelas persiapan satu dan dua. "Dengan tiga siswa di rumah saya sendiri, semuanya belajar dari rumah, saya tahu dan mengerti ini tidak akan mudah," kata Andrews kepada wartawan di Melbourne.

"Namun langkah itu telah membuat perbedaan besar pada angka kasus yang kita miliki," ia melanjutkan. Pengantaran dan waktu makan siang akan dilakukan bertahap, pembersihan akan ditingkatkan, dan orang-orang dewasa diharuskan menjaga jarak.

Victoria adalah negara bagian terbaru yang mengumumkan kembali pembukaan sekolah, menyusul langkah penguncian nasional untuk menahan laju penyebaran penyakit mirip flu yang mulai muncul di China akhir tahun lalu.

Sekolah-sekolah di negara bagian terbesar Australia, New South Wales, dibuka kembali pada Senin (11/5), tetapi hanya mengizinkan siswa masuk kelas sehari dalam seminggu.

New South Wales melaporkan periode 24 jam pertamanya tanpa satu kasus positif baru setelah melakukan 6.000 tes pada periode yang sama.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Taliban: Di Afghanistan Tak Ada Al Qaida ataupun ISIS!

Selasa, 21 September 2021 | 21:52 WIB
X