• Kamis, 23 September 2021

Selandia Baru Sumbang Rp4,5 Miliar ke Eijkman Tingkatkan Tes Covid-19

- Rabu, 20 Mei 2020 | 23:30 WIB
Antara Foto
Antara Foto

INILAH, Jakarta- Pemerintah Selandia Baru menyalurkan dana tambahan senilai Rp4,5 miliar ke Lembaga Biologi Molekuler Eijkman demi membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas pemeriksaan COVID-19 di Indonesia.

"Kontribusi kami akan membantu meningkatkan kapasitas pemeriksaan Lembaga Eijkman dari 360 tes per hari menjadi 1.000 tes per hari. Bantuan ini juga sebagai dukungan kami terhadap tujuan Presiden Indonesia Joko Widodo yang ingin meningkatkan kapasitas tes jadi 10.000 per hari," kata Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Jonathan Austin, lewat pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Sebelumnya, Pemerintah Selandia Baru telah menyalurkan dana sebesar Rp1,3 miliar ke Lembaga Eijkman untuk penguatan kapasitas pemeriksaan COVID-19. Sejak 16 Maret, Kementerian Kesehatan menunjuk Eijkman sebagai salah satu laboratorium utama untuk uji sampel COVID-19 di Indonesia.

Eijkman merupakan lembaga penelitian nonprofit yang berada di bawah naungan pemerintah dan berkedudukan di kompleks Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Salemba, Jakarta.

"Dana bantuan ini diharapkan dapat membantu para ahli dan teknisi di Lembaga Eijkman untuk menggunakan alat dengan kapasitas tinggi yang telah terotomatisasi sehingga tes dan analisis yang dilakukan dapat mendukung riset lebih lanjut dan pengurutan genom COVID-19," kata Dubes Austin.

Ia juga menegaskan Pemerintah Selandia Baru berkomitmen bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk mengurangi dampak pandemi COVID-19.

Sementara itu, Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Soebandrio, menyambut baik bantuan Selandia Baru seraya menjelaskan dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan alat pemeriksaan dan perlengkapan terkait lainnya.

"Ketersediaan reagen dan alat pemeriksaan sekali pakai saat ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pemeriksaan COVID-19 di Indonesia, ini nantinya juga berdampak pada akurasi serta diagnosis yang dapat diandalkan," terang Prof Amin.

Lembaga Biologi Molekuler Eijkman saat ini telah melengkapi pengurutan genom tahap pertama untuk sampel COVID-19 di Indonesia. Pengurutan genom berperan penting menyediakan informasi asal virus dan mutasinya.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Terkini

Taliban: Di Afghanistan Tak Ada Al Qaida ataupun ISIS!

Selasa, 21 September 2021 | 21:52 WIB
X