• Rabu, 8 Desember 2021

Meghan Markle: Semua Nyawa Orang Berkulit Hitam Berharga

- Kamis, 4 Juni 2020 | 19:20 WIB
Antara Foto
Antara Foto

INILAH, Jakarta- Meghan Markle berbicara mengenai kematian George Floyd dengan mengatakan ia prihatin bahwa anak-anak harus tumbuh di dunia tempat  rasisme masih ada dan menyebut peristiwa yang kini terjadi di Amerika Serikat "menghancurkan".

"Saya tahu  Anda tahu bahwa nyawa orang-orang berkulit hitam berharga," kata Meghan dalam video yang ia rekam untuk para siswa yang lulus dari SMA lamanya di Los Angeles, yang disiarkan pada Rabu (3/6/2020) waktu setempat.

Kematian Floyd telah menjadi peristiwa terbaru yang menyulut kemarahan berkepanjangan atas kebrutalan polisi terhadap orang Afrika-Amerika dan menyebabkan unjuk rasa nasional, beberapa kekerasan, dengan jam malam diberlakukan di beberapa kota untuk memadamkan kekacauan.

"Selama beberapa minggu terakhir saya telah berencana untuk mengatakan beberapa kata kepada Anda untuk kelulusan Anda, dan seperti yang kita semua lihat selama seminggu terakhir apa yang terjadi di negara kita, dan di negara bagian kita dan di kota asal kita di LA, benar-benar menghancurkan," kata Meghan, yang ibunya adalah keturunan Afrika-Amerika dan ayahnya berkulit putih.

"Hal pertama yang ingin saya katakan kepada Anda adalah bahwa saya minta maaf, saya sangat menyesal Anda harus tumbuh di dunia di mana ini masih ada," katanya dalam pesannya kepada para siswa perempuan di Immaculate Heart High School.

Mantan aktris dan istri cucu Ratu Elizabeth, Pangeran Harry, mengatakan dia ingin mengatakan "hal yang benar" dan khawatir kata-katanya akan "diartikan buruk".

"Satu-satunya hal yang salah untuk dikatakan adalah tidak mengatakan apa-apa. Karena kehidupan George Floyd penting, dan kehidupan Breonna Taylor penting, dan kehidupan Philando Castile penting dan kehidupan Tamir Rice penting dan begitu juga banyak orang lain yang namanya kita kenal, dan yang namanya tidak kita tahu," kata Meghan.

Keluarga kerajaan Inggris secara tradisi tidak berkomentar tentang masalah politik. Namun, Meghan dan Harry mengundurkan diri dari peran resmi kerajaan mereka pada akhir Maret dan sekarang tinggal di Los Angeles bersama putra mereka, Archie.

Dalam pesannya, perempuan berusia 38 tahun itu merefleksikan ingatannya sendiri tentang kerusuhan LA 1992.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Terkini

Swiss Kerahkan 2.500 Tentara Atasi Lonjakan Covid-19

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:53 WIB

Kebakaran di Penjara Burundi Tewaskan 38 Narapidana

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:47 WIB

Tragis! Rapper Young Dolph Tewas Ditembak di Toko Kue

Kamis, 18 November 2021 | 10:59 WIB

CPC Serukan Kader dan Militer Merapat ke Xi Jinping

Jumat, 12 November 2021 | 22:07 WIB
X