• Rabu, 22 September 2021

56 Hari Tanpa Kasus Covid-19, Vietnam Pacu Perekonomian lewat Insentif

- Kamis, 11 Juni 2020 | 22:30 WIB
Duta Besar Republik Indonesia untuk Vietnam, Ibnu Hadi. (antara)
Duta Besar Republik Indonesia untuk Vietnam, Ibnu Hadi. (antara)

INILAH, Jakarta - Vietnam pada Kamis mencatat tidak ada kasus baru Covid-19 dari dalam negeri selama 56 hari berturut-turut sehingga pemerintah setempat mulai memacu kerja ekonomi dengan menyalurkan sejumlah insentif dan subsidi kepada pelaku usaha.

Informasi itu diperoleh dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Vietnam, Ibnu Hadi, saat sesi seminar mengenai pemulihan ekonomi setelah pandemi, yang diadakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Hanoi, lewat dunia maya.

"Beberapa kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Vietnam, antara lain surat edaran dari Perdana Menteri (Nguyen Xuan Phuc) yang memerintahkan otoritas terkait membantu sektor produksi dan bisnis, memastikan jaminan sosial selama pandemi. Ini dibarengi dengan resolution decree (instruksi, red) terkait fleksibilitas pembayaran pajak dan sewa tanah," terang Dubes Ibnu.

Di samping itu, Pemerintah Vietnam juga membebaskan beberapa pungutan pajak untuk pelaku usaha rumah tangga, pengurangan 50 persen biaya pendaftaran (register fee) untuk kendaraan yang dirakit atau diproduksi di dalam negeri, perpanjangan pembayaran pajak ekspor dan pajak penghasilan pribadi sampai 31 Desember 2020.

Kemudahan lainnya yang diberikan Pemerintah Vietnam, antara lain pengurangan pajak pendapatan perusahaan sampai 50 persen, penangguhan pembayaran premi asuransi. Sementara untuk sektor pariwisata, Vietnam berusaha meningkatkan kunjungan dalam negeri dengan menurunkan biaya akomodasi dan tiket pesawat sampai 50 persen.

Menurut Dubes Ibnu, langkah itu dilakukan demi meningkatkan nilai ekspor serta investasi asing di Vietnam. "Vietnam setelah Covid-19 fokus pada pemulihan bisnis, mendorong ekspor, dan menarik PMA (penanaman modal asing). Vietnam lebih agresif dan lebih dulu melakukan ini daripada emerging economies lainnya karena mereka sukses menangani Covid-19," terang Dubes Ibnu.

Dalam kesempatan sama, Diep Hoai Nam, seorang pengacara asal Vietnam sebagai salah satu narasumber, menyampaikan insentif yang diberikan pemerintah mencakup sektor pertanahan, keringanan pajak dan biaya, asuransi, perbankan, listrik, pasar modal, industri, pariwisata, penerbangan, industri manufaktur dalam negeri, dan olahraga.

Beberapa lembaga yang berhak menerima bantuan itu, di antaranya lembaga penyalur kredit, pelaku usaha kecil dan menengah, serta perusahaan bidang pertanian, kehutanan, dan maritim; konstruksi dan properti; produsen kendaraan, garmen, tekstil, kulit, dan sektor penting lainnya; pariwisata; transportasi; hiburan; olahraga; dan pendidikan.

Tidak hanya itu, Pemerintah Vietnam juga menunda pungutan dana pensiun dan asuransi jiwa sampai Juni 2020, demi meringankan beban masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Taliban: Di Afghanistan Tak Ada Al Qaida ataupun ISIS!

Selasa, 21 September 2021 | 21:52 WIB
X