• Rabu, 22 September 2021

Indonesia Serukan Tindakan Tegas terhadap Kekerasan Rasial

- Kamis, 18 Juni 2020 | 16:30 WIB
Wakil Tetap RI untuk PBB, Organisasi Perdagangan Dunia, dan Organisasi Internasional lainnya Hasan Kleib. (antara)
Wakil Tetap RI untuk PBB, Organisasi Perdagangan Dunia, dan Organisasi Internasional lainnya Hasan Kleib. (antara)

INILAH, Jakarta - Indonesia menyerukan tindakan tegas terhadap aksi kekerasan rasial dalam urgent debate (perdebatan yang genting) yang diselenggarakan Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, pada Rabu (17/6/2020).

Penyelenggaraan urgent debate ini diminta oleh kelompok Afrika untuk menghadapi maraknya kekerasan rasial, khususnya kasus kematian George Floyd di Amerika Serikat yang mendapat perhatian global.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Tetap RI untuk PBB, Organisasi Perdagangan Dunia, dan Organisasi Internasional lainnya Hasan Kleib menyuarakan keprihatinan terhadap aksi kekerasan dan diskriminasi yang terjadi di berbagai belahan dunia, terutama yang disebabkan oleh meningkatnya kebencian berbasis ras atau pun kejahatan berbasis kebencian.

Lebih lanjut seperti dijelaskan dalam keterangan tertulis PTRI Jenewa, Kamis, Dubes Hasan mengusulkan agar Dewan HAM dan Komisi Tinggi HAM memperkuat kerja sama penghapusan diskriminasi rasial dan kekerasan dalam penegakan hukum.

Aksi yang  diusulkan Indonesia mencakup penghormatan dan toleransi atas perbedaan ras dan etnik di tingkat komunitas, penguatan budaya hukum dan akuntabilitas institusi hukum, serta program pendidikan HAM di lembaga pendidikan kepolisian dan penegak hukum lainnya, yang juga melibatkan Komnas HAM atau lembaga negara lainnya.

Selain berbicara dalam kapasitas nasional, Indonesia juga dipercaya untuk menyampaikan pernyataan bersama atas nama Core Group Convention Against Torture Initiative (CTI).

Mewakili negara-negara CTI, Indonesia menyerukan zero tolerance (toleransi mutlak) terhadap rasisme dan diskriminasi, serta menyoroti pentingnya kebijakan penegakan hukum yang berfokus pada orang  dan yang berorientasi pada pencegahan kekerasan.

Isu anti rasisme ini telah menjadi fokus politik luar negeri Indonesia sejak awal berdirinya Republik Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno, Indonesia membangun kesadaran bersama negara Asia Afrika melawan praktik kolonialisme melalui penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika (KAA) tahun 1955.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Taliban: Di Afghanistan Tak Ada Al Qaida ataupun ISIS!

Selasa, 21 September 2021 | 21:52 WIB
X