• Rabu, 22 September 2021

Indonesia Optimistis Hubungan dengan AS Tumbuh Positif Usai Pemilu

- Rabu, 29 Juli 2020 | 13:00 WIB
Direktur Amerika 1 Kementerian Luar Negeri RI, Zelda Wulan Kartika. (antara)
Direktur Amerika 1 Kementerian Luar Negeri RI, Zelda Wulan Kartika. (antara)

INILAH, Jakarta - Indonesia menyatakan sikap optimistis dan penuh harapan akan hubungan yang baik dan tumbuh positif dengan Amerika Serikat usai pemilihan umum, di bawah pemerintahan siapapun calon presiden yang akan memenangi pemilu pada bulan November mendatang.

“Indonesia dan AS telah memiliki hubungan yang kuat dan saling terkait. Hubungan bilateral berkembang positif terlepas dari perubahan pemerintahan baik dari AS maupun Indonesia,” kata Direktur Amerika 1 Kementerian Luar Negeri RI, Zelda Wulan Kartika, dalam acara diskusi bertajuk ‘Dampak Pemilu AS terhadap Hubungan RI-AS yang digelar secara virtual dari Jakarta, Selasa.

Dalam paparannya, Zelda mengatakan bahwa pemilihan umum di Amerika Serikat memang selalu menarik karena berdampak pada hampir seluruh negara di dunia.

Dia mengatakan bahwa berdasarkan pengamatannya, kepentingan nasional dan tujuan AS pada dasarnya tetap sama.

“Hanya saja apakah pemerintahan dipegang oleh (presiden dari) Partai Demokrat atau Republik, gaya yang dipegang berbeda dan ada fokus yang berbeda,” ujarnya.

Menjelang pemilihan umum AS yang akan datang pada bulan November mendatang, dia pun memaparkan kebijakan-kebijakan yang menjadi bentuk antisipasi Indonesia dalam hubungan dengan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan presiden terpilih, baik itu petahana Presiden Donald Trump dari Partai Republik, maupun capres Partai Demokrat Joe Biden, yang juga mantan wapres masa pemerintahan Presiden Barack Obama.

“Apabila Trump kembali terpilih, situasi diperkirakan akan sama, atau mungkin lebih dari empat tahun terakhir. Pendekatan ke pemerintah AS pun akan menekankan pendekatan bilateral yang saling menguntungakan, khususnya dalam sektor ekonomi,” jelas Zelda.

Indonesia juga dapat memanfaatkan fokus pemerintahan Trump dalam ekonomi dan perdagangan, mengingat Indonesia memiliki target untuk meningkatkan volume dagang menjadi dua kali lebih besar.

Selain itu, menurut dia, eskalasi dengan AS dengan China kemungkinan akan terus berlanjut di bawah kepemimpinan Trump, bahkan mungkin meningkat.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Taliban: Di Afghanistan Tak Ada Al Qaida ataupun ISIS!

Selasa, 21 September 2021 | 21:52 WIB
X