• Jumat, 21 Januari 2022

Pfizer Tetapkan Harga Jual vaksin Covid-19 untuk Negara Maju

- Rabu, 29 Juli 2020 | 20:10 WIB
Antara Foto
Antara Foto

INILAH, Bangalore- Perusahaan farmasi multinasional Pfizer Inc pada Selasa (28/7) mengumumkan negara-negara maju tidak akan membeli vaksin COVID-19 dengan harga lebih rendah daripada harga jual ke Amerika Serikat.

Harga jual vaksin antara Pfizer dan AS ditetapkan dalam kontrak yang diumumkan pada minggu lalu. Isi kontrak itu menunjukkan tiap orang kemungkinan akan divaksin berulang kali agar terlindungi dari COVID-19.

Pemerintah Amerika Serikat sepakat membayar hampir dua miliar dolar AS (sekitar Rp28,9 triliun) untuk membeli calon vaksin yang dikembangkan Pfizer dan perusahaan bioteknologi asal Jerman, BioNTech SE. Vaksin itu rencananya akan disuntikkan ke 50 juta orang dengan biaya 39 dolar AS (sekitar Rp564.000) untuk dua dosis anti virus.

"Seluruh negara maju tidak akan mendapatkan harga yang lebih rendah dari harga jual ke Amerika Serikat," kata Direktur Utama Pfizer Albert Bourla lewat telepon.

Ia menjelaskan tiap orang perlu berulang kali divaksin selama beberapa tahun demi memperkuat sistem kekebalan tubuh. Pasalnya, imunitas tubuh dapat berkurang seiring waktu, mengingat virus dapat bermutasi jadi jenis yang baru.

Teknologi pengembangan vaksin mRNA yang dilakukan BioNTech/Pfizer "ideal untuk dua situasi": Kalian dapat meningkatkan imunitas tubuh tanpa kehilangan vaksin," kata Bourla. "Kalian juga dapat mendapatkan tipe vaksin yang berbeda hanya dengan memodifikasi kode (genetiknya)," tambah dia.

Harga vaksin kemungkinan berubah saat masa pandemi berakhir. Dua perusahaan itu mulanya mendukung akses penggunaan vaksin yang dibuka seluas-luasnya.

Pfizer merupakan satu dari banyak perusahaan farmasi yang berlomba-lomba menyediakan vaksin COVID-19 di pasar. Vaksin dinilai sebagai satu-satunya cara untuk mengakhiri pandemi COVID-19 yang telah menewaskan lebih dari 655.000 jiwa di banyak negara.

BioNTech dan Pfizer pada Senin (27/7) memulai uji klinis terakhir atau tahap III untuk calon vaksinnya guna mengetahui khasiat anti virus tersebut.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Terkini

China, Rusia, Iran Gelar Latihan Militer Bersama

Rabu, 19 Januari 2022 | 11:08 WIB
X