• Selasa, 7 Desember 2021

Iran Sebut Telah Menahan Pemimpin Kelompok Teror yang Berbasis di AS

- Minggu, 2 Agustus 2020 | 20:00 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Mousavi pada Jumat (19/4) dengan keras mengutuk serangan teror. (antara)
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Mousavi pada Jumat (19/4) dengan keras mengutuk serangan teror. (antara)

INILAH, Washington - Iran menyatakan pada Sabtu (1/8) bahwa lembaga intelijen negaranya telah menahan seorang pemimpin kelompok pro monarki yang berbasis di AS atas tuduhan mendalangi teror pengeboman maut pada 2008 serta merencanakan serangan teror lainnya.

Namun Kementerian Intelijen Iran, dalam pernyataan yang dikutip oleh stasiun televisi publik, tidak menyebutkan rincian mengenai bagaimana, di mana, kapan penahanan itu dilakukan.

"Jamshid Sharmahd, pemimpin kelompok teroris Tondar, yang mengarahkan pasukan bersenjata dan aksi teror di Iran dari Amerika, telah ditangkap menyusul sebuah operasi yang rumit, dan kini ia berada di bawah genggaman agen kami," demikian kutipan pernyataan tersebut.

Sebuah video yang ditayangkan di televisi publik menunjukkan seorang laki-laki yang menyatakan diri sebagai Sharmahd dan menyebut tanggal kelahirannya.

"Mereka membutuhkan bahan peledak, maka kami menyediakannya," ujar laki-laki yang kemudian memakai penutup mata tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, kelompok Tondar sendiri belum mengiyakan penahanan tersebut, dengan menyebut dalam situsnya bahwa mereka tidak mengonfirmasi "cerita-cerita yang dipublikasi oleh sejumlah jaringan."

Walaupun begitu, dalam unggahan di media sosial, kelompok itu sempat menulis, "Tondar ...akan terus berjuang sekalipun tanpa adanya pemimpin."

Sementara seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, pada hari yang sama, mengatakan bahwa Pemerintah AS menaruh perhatian terhadap laporan terkait penangkapan dan penahanan Sharmahd.

"Pemerintah Iran mempunyai sejarah panjang dalam penahanan warga Iran sendiri maupun warga asing dengan tuduhan yang dipalsukan. Kami mendesak Iran untuk sangat transparan serta mematuhi semua standar hukum internasional," kata juru bicara tersebut.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Tragis! Rapper Young Dolph Tewas Ditembak di Toko Kue

Kamis, 18 November 2021 | 10:59 WIB

CPC Serukan Kader dan Militer Merapat ke Xi Jinping

Jumat, 12 November 2021 | 22:07 WIB
X