• Rabu, 22 September 2021

Menlu Retno: Covid-19 Uji Relevansi PBB Hadapi Masalah Dunia

- Kamis, 13 Agustus 2020 | 19:30 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (antara foto)
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (antara foto)

INILAH, Jakarta- Pandemi COVID-19 jadi momentum untuk menguji relevansi Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam menghadapi masalah dunia, kata Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi, Kamis (13/8/2020).

Dalam melewati salah satu ujian itu, menurut Retno, PBB harus memastikan seluruh pihak mendapatkan akses yang sama terhadap vaksin dan obat COVID-19.

"Relevansi PBB diuji dalam mengatasi pandemi ini. Dalam jangka pendek, PBB harus mendukung upaya masyarakat internasional dalam mitigasi pandemi dan dampak sosial ekonominya, termasuk akses terhadap obat-obatan dan vaksin untuk semua," terang Retno saat memberi sambutan pada diskusi virtual bertajuk "Refleksi Kritis 75 Tahun PBB", Kamis.

Tidak hanya itu, untuk jangka panjang, PBB juga harus aktif memperbaiki tata kelola kesehatan dunia, di antaranya termasuk mencegah pandemi pada masa mendatang, tambah Menlu Retno.

Pendapat itu disampaikan Retno karena selama pandemi ada kecenderungan beberapa negara maju justru melakukan aksi sepihak yang tidak mencerminkan sikap solidaritas global dan nilai-nilai multilateralisme.

Contohnya, Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump memutuskan keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di tengah masa pandemi.

Dalam kesempatan itu, Retno juga menyoroti lamanya waktu yang dibutuhkan Dewan Keamanan PBB untuk menyepakati resolusi 2532 tentang gencatan senjata selama pandemi.

"Kalau kita ingat, DK-PBB memerlukan waktu lebih dari empat bulan untuk menyepakati resolusi 2532 terkait COVID-19," kata Menlu Retno.

Resolusi 2532 yang telah diadopsi oleh DK-PBB bulan lalu memerintahkan gencatan senjata secara serentak selama 90 hari berturut-turut demi membuka akses untuk bantuan kemanusiaan di daerah konflik selama pandemi COVID-19.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Terkini

Taliban: Di Afghanistan Tak Ada Al Qaida ataupun ISIS!

Selasa, 21 September 2021 | 21:52 WIB
X