• Jumat, 21 Januari 2022

Korsel Tuduh Pendeta Gereja di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

- Minggu, 16 Agustus 2020 | 20:00 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

INILAH, Seoul - Korea Selatan menuduh seorang pendeta konservatif pada Minggu atas pelanggaran peraturan isolasi mandi dan menghambat pelacakan kontak di sebuah gereja di mana 240 penularan telah memperparah penyebaran virus corona terburuk di negara tersebut dalam lebih dari lima bulan.

Fokus terhadap Gereja Sarang Jeil, yang dipimpin oleh Pendeta Jung Kwang-hoon, membangkitkan memori buruk atas penyebaran terbesar di Korea Selatan, di antara para pengikut sekte Kristen rahasia pada bulan Februari lalu.

Pada Minggu, Korea Selatan melaporkan 279 kasus baru, lebih dari dua kali lipat dari angka yang dilaporkan pada Jumat sebanyak 103, dengan kebanyakan penularan baru ditemukan di Seoul dan sekitarnya.

Selain dari penularan terkait dengan gereja itu, terdapat pula beberapa klaster yang lebih kecil, termasuk 30 kasus yang terhubung dengan cabang kedai kopi Starbucks di kota Paju di utara Seoul.

Lonjakan kasus Covid-19 membuat otoritas kembali memberlakukan aturan pembatasan sosial yang lebih ketat pada Minggu di area metropolitan Seoul.

Kementerian kesehatan menyebut telah mengajukan berkas keluhan terhadap Jun, seseorang yang secara blak-blakan kritis terhadap pemerintah, karena telah melanggar peraturan isolasi mandiri dengan mengikuti protes pada Sabtu, dan menghambat investigasi medis atas wabah dengan tidak memberikan daftar lengkap anggota gereja untuk tes dan pelacakan.

Gereja Jun, yakni Gereja Sarang Jeil, tidak merespons panggilan telepon Reuters untuk meminta komentar.

Pada Sabtu, yang merupakan hari libur Hari Kebebasan Nasional di kedua Korea, ribuan pendemo melakukan protes terhadap kebijakan-kebijakan Presiden Moon Jae-in, melanggar larangan untuk protes di ibu kota.

Presiden Moon mengatakan penyebaran virus paling akhir ini menjadi tantangan terbesar bagi upaya untuk melawan Covid-19 sejak klaster infeksi besar yang terlacak berasal dari sekte religius rahasia Gereja Yesus Shincheonji, enam bulan yang lalu.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

China, Rusia, Iran Gelar Latihan Militer Bersama

Rabu, 19 Januari 2022 | 11:08 WIB
X