• Kamis, 23 September 2021

Turki Kecam Sikap Biden yang Sebut AS Harus Dukung Oposisi Erdogan

- Minggu, 16 Agustus 2020 | 20:30 WIB
Joe Biden. (antara)
Joe Biden. (antara)

INILAH, Istanbul - Turki pada Sabtu mengecam pernyataan Joe Biden yang pada tahun lalu menyebut Amerika Serikat seharusnya menempuh pendekatan baru dalam  berhubungan dengan pemerintahan Presiden Tayyip Erdogan yang dinilai otokratis.

Biden, calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, juga menyampaikan AS sebaiknya mendukung kalangan oposisi di Turki.

Menurut salah satu pejabat Pemerintah Turki, pernyataan Biden itu merupakan bentuk "intervensi" terhadap urusan dalam negeri Turki.

Pernyataan Biden yang dikutip oleh New York Times pada Desember 2019 kembali viral di media sosial Twitter di Turki. Presiden Tayyip Erdogan telah memerintah Turki selama 17 tahun dan membina hubungan baik dengan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Biden, eks wakil presiden AS pada masa Presiden Barack Obama, lewat sebuah tayangan, mengatakan ia "sangat prihatin" sikap Erdogan terhadap warga etnis Kurdi di Turki. Ia juga mengkhawatirkan kerja sama militer sebagian antara Turki dan Rusia serta akses yang dimiliki Erdogan terhadap pangkalan militer AS di Turki.

Kekhawatiran itu Biden sampaikan terlepas dari status Turki sebagai salah satu sekutu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

"Menurut saya, langkah yang harus kita lakukan akan sangat berbeda dengan yang terjadi sekarang, tentunya kita harus mendukung kepemimpinan dari kalangan oposisi," kata Biden dalam tayangan dan transkrip yang disiarkan oleh New York Times.

"Ia (Erdogan) harus membayar semuanya," ujar Biden, seraya menambahkan, AS harus meningkatkan dukungan terhadap petinggi dari kalangan oposisi "sehingga mereka dapat mengimbangi Erdogan". "Tidak dengan kudeta, bukan dengan kudeta, tetapi lewat pemilihan umum," tambah dia.

Terkait itu, Direktur Komunikasi Kepresidenan Turki, Fahrettin Altun, mengatakan pernyataan Biden "menunjukkan permainan dan sikap ikut campur terhadap urusan dalam negeri Turki". Ia turut menyebut insiden kudeta gagal pada 2016.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Taliban: Di Afghanistan Tak Ada Al Qaida ataupun ISIS!

Selasa, 21 September 2021 | 21:52 WIB
X