• Kamis, 23 September 2021

40 Tahun Indonesia-Kolombia Jadi Momentum Perkuat Kerja Sama

- Selasa, 15 September 2020 | 22:00 WIB
Duta Besar Kolombia untuk Indonesia Camilo Valenzia Gonzalez. (antara)
Duta Besar Kolombia untuk Indonesia Camilo Valenzia Gonzalez. (antara)

INILAH, Jakarta - Indonesia dan Kolombia memperingati 40 tahun hubungan diplomatik pada tahun ini dan acara tersebut jadi momentum memperkuat kerja sama dua negara di berbagai bidang, khususnya perdagangan, investasi, dan hubungan antarmasyarakat.

Pernyataan itu jadi salah satu sikap bersama yang disampaikan perwakilan dari dua pihak pada seminar virtual yang diadakan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama Kedutaan Besar Kolombia di Jakarta, Selasa.

“Peringatan 40 tahun hubungan diplomatik ini jadi momentum bagi Kolombia dan Indonesia untuk meningkatkan hubungan ke tingkatan yang lebih tinggi,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Mahendra Siregar saat membuka seminar.

Mahendra menyebut masih banyak peluang kerja sama yang potensial atau dapat dieksplorasi lebih jauh, khususnya dalam bidang perdagangan, investasi, dan pendidikan.

Dalam kesempatan itu, Mahendra secara khusus menyebut Indonesia dan Kolombia akan meningkatkan kerja sama bidang pertanian, salah satunya terkait komoditas kelapa sawit.

“Di sektor pertanian, Indonesia dan Kolombia telah membangun kerja sama erat bidang kelapa sawit dan dua negara bersama-sama mengembangkan riset komoditas kakao. Dua negara juga memiliki kerja sama teknis di berbagai bidang, khususnya kelapa sawit,” terang Mahendra seraya menyebut ia telah menjalin komunikasi dengan para pengusaha kelapa sawit yang tergabung dalam FEDEPALMA/Federasi Produsen Kelapa Sawit Nasional Kolombia.

Tidak hanya itu, Mahendra juga mengatakan Indonesia mendukung upaya Kolombia mendapatkan keanggotaan penuh pada Dewan untuk Negara-Negara Produsen Kelapa Sawit (CPOPC).

Terkait dengan misi penguatan kerja sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kolombia Priyo Iswanto menyebutkan dua negara menghadapi dua tantangan dalam upaya meningkatkan kerja sama, di antaranya kurangnya konektivitas dan masih rendahnya minat pelaku usaha dalam negeri memperluas jangkauan ke pasar-pasar nontradisional.

“Kita memiliki tingkat konektivitas yang rendah sehingga berdampak pada waktu tempuh dan biaya perjalanan,” terang Dubes Priyo.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Taliban: Di Afghanistan Tak Ada Al Qaida ataupun ISIS!

Selasa, 21 September 2021 | 21:52 WIB
X