• Sabtu, 27 November 2021

RI-Swedia Bangun Kemitraan Lembaga Pendidikan dan Industri

- Kamis, 24 September 2020 | 20:40 WIB
Dubes Swedia untuk Indonesia, Marina Berg. (antara)
Dubes Swedia untuk Indonesia, Marina Berg. (antara)

INILAH, London - Kementerian Luar Negeri RI, Kedutaan Besar Swedia di Indonesia dan didukung KBRI Stockholm berupaya membangun kemitraan pendidikan dan industri dengan mengadakan diskusi virtual membahas masalah itu, Kamis.

Diskusi itu membahas praktik terbaik mengenai kemitraan antara pemerintah-akademisi-swasta dalam mendukung penciptaan sumber daya manusia unggul dan terciptanya "link-and-match" antara industri dan universitas.

Diskusi dibuka oleh pembicara kunci Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemenlu, Ngurah Swajaya yang mengatakan diskusi itu sangat aktual di mana aspek pengembangan SDM merupakan salah satu fokus utama Pemerintah RI.

"Diharapkan agar diskusi ini dapat lebih mengelaborasi konsep 'triple helix' di mana fokus kerja sama antara pemerintah, industri, dan universitas dapat mendorong terwujudnya kemitraan antara pendidikan dan industri." ujar Ngurah.

Berpartisipasi juga Dubes Swedia untuk Indonesia, Marina Berg dan Menteri Perindustrian RI yang diwakili Kepala Badan Pengembangan SDM Industri Eko SA Cahyanto.

"Industri harus didukung oleh SDM yang mumpuni, untuk itu Kemenperin membuat program pengembangan SDM industri yang antara lain memusatkan kepada sertifikasi, pelatihan, dan link-and-match antara pendidikan dan industri." ujar Eko.

Bertindak sebagai salah satu pembicara adalah Duta Besar RI ("designate") Untuk Kerajaan Swedia dan Republik Latvia, Kamapradipta Isnomo. Swedia memiliki pondasi penerapan "triple helix" yang kuat.

Dari sisi Pemerintah, Swedia memiliki institusi VINNOVA yang mendukung inovator baru dalam sektor industri kecil dan menengah untuk masuk pasar dan "go global".

"Dari sisi industri, perusahaan Swedia aktif berkolaborasi dengan universitas dalam sektor R&D pada ide dan produk baru. Sedangkan dari sisi universitas, aktif mengimplementasikan pembelajaran yang berfokus pada teori dan praktek, menanamkan budaya pengajaran interaktif, pemikiran inovatif mencari solusi baru, dan menumbuhkan kewiraswastaan mahasiswa." ujar Kama.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Tragis! Rapper Young Dolph Tewas Ditembak di Toko Kue

Kamis, 18 November 2021 | 10:59 WIB

CPC Serukan Kader dan Militer Merapat ke Xi Jinping

Jumat, 12 November 2021 | 22:07 WIB

Truk Tangki BBM Meledak, 99 Dilaporkan Tewas

Minggu, 7 November 2021 | 08:56 WIB

Catat Rekor, Kasus Penyebaran Covid-19 di Jerman

Jumat, 5 November 2021 | 21:00 WIB

COP26 Akan Sepakati Hentikan Pemakaian Batu Bara

Kamis, 4 November 2021 | 10:15 WIB
X