• Rabu, 8 Desember 2021

Pertempuran Nagorno-Karabakh, Iran Khawatir Konflik Azerbaijan-Armenia Dapat Picu Perang Regional

- Kamis, 8 Oktober 2020 | 13:00 WIB
Presiden Iran Hassan Rouhani. (antara)
Presiden Iran Hassan Rouhani. (antara)

INILAH, Baku - Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan bahwa konflik antara prajurit Azerbaijan dan pasukan etnis Armenia di Kaukasus Selatan dapat memicu perang regional saat jumlah korban tewas semakin meningkat pada hari ke-11 pertempuran.

"Kita harus mengingatkan agar perang antara Armenia dan Azerbaijan tidak menjadi perang regional," kata Presiden Rouhani dalam sambutan yang disiarkan televisi, Rabu.

"Perdamaian adalah dasar dari upaya kami dan kami berharap dapat memulihkan stabilitas kawasan dengan cara damai," ia menambahkan.

Rouhani mengatakan Iran tidak akan mengizinkan "negara-negara mengirim teroris ke perbatasan kami dengan berbagai dalih".

Lebih dari 300 orang telah tewas dalam pertempuran baru di dalam dan sekitar daerah kantong pegunungan Nagorno-Karabakh, yang menurut hukum internasional adalah milik Azerbaijan tetapi dihuni dan diatur oleh etnis Armenia.

Azerbaijan mengatakan kota-kota Azeri di luar zona konflik juga telah diserang dalam pertempuran paling mematikan dalam lebih dari 25 tahun, membawa pertempuran itu lebih dekat ke wilayah di mana jaringan pipa membawa gas dan minyak Azeri ke Eropa.

Iran, yang berbatasan dengan Armenia dan Azerbaijan, telah berbicara dengan kedua bekas republik Soviet karena kekhawatiran meningkat bahwa Turki, sekutu dekat Azerbaijan, dan Rusia, yang memiliki pakta pertahanan dengan Armenia, dapat terseret ke dalam konflik.

Dalam seruan baru untuk gencatan senjata, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dalam sebuah wawancara televisi bahwa peristiwa itu adalah tragedi dan Moskow sangat prihatin.

Kepala Badan Intelijen Luar Negeri SVR Rusia Sergei Naryshkin mengatakan pada Selasa (6/10) bahwa konflik tersebut menarik orang-orang yang dia gambarkan sebagai tentara bayaran dan teroris dari Timur Tengah.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Swiss Kerahkan 2.500 Tentara Atasi Lonjakan Covid-19

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:53 WIB

Kebakaran di Penjara Burundi Tewaskan 38 Narapidana

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:47 WIB

Tragis! Rapper Young Dolph Tewas Ditembak di Toko Kue

Kamis, 18 November 2021 | 10:59 WIB

CPC Serukan Kader dan Militer Merapat ke Xi Jinping

Jumat, 12 November 2021 | 22:07 WIB
X