• Senin, 24 Januari 2022

UNESCO Kembali Akui Tiga Cagar Biosfer Indonesia

- Kamis, 29 Oktober 2020 | 21:30 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

Direktur Eksekutif Komite MAB Indonesia, Prof. Dr. Ir. Y. Purwanto DEA, yang juga hadir sebagai delegasi Indonesia di dalam sidang virtual, mengatakan konsep cagar biosfer itu telah digagas UNESCO sejak tahun 1971, yaitu mengelola suatu kawasan yang bertujuan untuk melakukan harmonisasi antara kebutuhan konservasi keanekaragaman hayati, sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan penetapan tiga cagar biosfer, saat ini, Indonesia telah memiliki total 19 UNESCO Biosphere Reserves yang tergabung dalam World Network of Biosphere Reserve (WNBR).

Selain penetapan tiga cagar biosfer, terdapat prestasi lain yang diraih Indonesia pada sidang tersebut.

Sementara itu Radisti Ayu Praptiwi, berhasil menjadi salah satu pemenang Young Sientific Award 2020, melalui penelitiannya yang berjudul ‘Understanding the impact of climate change to cultural ecosystem services in tropical marine biosphere reserve Taka Bonerate Kepulauan Selayar’

Pertemuan ICC-MAB ke-32 sedianya dilaksanakan di Abuja Nigera, namun karena pandemi Covid-19, pertemuan terpaksa dilakukan secara virtual.

Sidang dipimpin Mr Adepoju Adeshola dari Nigeria diikuti 34 negara anggota ICC-MAB.

Saat ini, Indonesia menjabat sebagai negara anggota ICC-MAB UNESCO untuk periode 2019 – 2023. Sebelumnya, Indonesia, diwakili oleh Prof. Enny Sudarmonowati, menjadi ketua ICC-MAB periode 2018 – 2020. (antara)

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

China, Rusia, Iran Gelar Latihan Militer Bersama

Rabu, 19 Januari 2022 | 11:08 WIB
X