• Kamis, 27 Januari 2022

Gara-gara Pandemi, Warga Jepang Berbondong-bondong Tinggalkan Tokyo

- Rabu, 4 November 2020 | 16:30 WIB
Ilustrasi/Antara Foto
Ilustrasi/Antara Foto

Seorang karyawan di perusahaan kepegawaian Caster Co, dia pindah sekitar 150 km  barat Tokyo ke Hokuto di pegunungan prefektur Yamanashi tahun lalu bersama istri dan putranya yang berusia 2 tahun.

"Senang rasanya pindah ke daerah tenang seperti Hokuto yang dikelilingi oleh sungai, Pegunungan Alpen Selatan dan Gunung Fuji," kata Yamamoto kepada Reuters. "Tidak ada kerumunan orang, yang mengurangi risiko virus."

Tidak bergantung ke TOKYO

Perdana Menteri Suga, dari pedesaan prefektur Akita di utara, menjadikan revitalisasi pedesaan Jepang sebagai salah satu tujuan utamanya.

Meskipun kekurangan pekerjaan dan infrastruktur untuk mendukung mereka, pemerintah daerah dan perusahaan telah berusaha selama bertahun-tahun untuk menarik lebih banyak orang ke daerah pedesaan.

Hidetoshi Yuzawa, seorang pejabat di Iida, Prefektur Nagano, mengatakan Nagano adalah salah satu tempat paling populer untuk bermigrasi karena banyaknya dukungan, termasuk mentor, yang ditawarkannya kepada pendatang baru.

Dengan bantuan dari Iida, Mio Nanjo, seorang koki kue berusia 41 tahun, sedang merenovasi sebuah rumah tradisional menjadi sebuah kafe, yang rencananya akan ia buka di kota Matsukawa pada musim semi mendatang.

Sebagai seorang ibu tunggal dari tiga anak, Nanjo pindah dari daerah barat daya Tokyo musim panas ini setelah pandemi menutup toko tempat dia bekerja dan putranya kehilangan pekerjaan di pembuat truk.

"Perpindahan itu memungkinkan saya memulai dari awal lagi," kata Nanjo kepada Reuters. "Tidak ada gunanya bergantung pada Tokyo, di mana ada banyak orang melakukan bunuh diri."

Perusahaan besar pindah

Halaman:

Editor: Bsafaat

Terkini

China, Rusia, Iran Gelar Latihan Militer Bersama

Rabu, 19 Januari 2022 | 11:08 WIB
X