• Sabtu, 27 November 2021

Sekjen PBB Serukan Pemulihan Inklusif dan Aksi Iklim Jelang KTT G20

- Sabtu, 21 November 2020 | 12:30 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

INILAH, Jakarta - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, medorong upaya pemulihan pasca pandemi Covid-19 yang inklusif dan berkelanjutan dengan meningkatkan aksi iklim, menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) para pemimpin negara-negara G20.

“Akhir pekan ini para pemimpin negara-negara anggota G20 akan bertemu kala pandemi Covid-19 terus merusak dunia kita. Saya akan turut berpartisipasi dan pesan utama saya sederhana: kita membutuhkan solidaritas dan kerja sama dan kita memerlukan aksi konkret sekarang, terutama untuk pihak yang paling rentan,” kata Guterres dalam konferensi pers yang disiarkan melalui laman resmi KTT G20 Riyadh pada Sabtu dini hari waktu Jakarta.

Menurut dia, upaya pemulihan yang inklusif dan berkelanjutan sangat penting guna memastikan keselamatan kehidupan dan menemukan jalan keluar dari krisis ekonomi dan kemanusiaan global, terutama bagi negara-negara berkembang yang “berada di jurang kehancuran finansial dan peningkatan kemiskinan, kelaparan dan penderitaan yang menyeluruh”.

Terkait penanganan pandemi Covid-19, Guterres mengatakan bahwa dobrakan-dobrakan dalam pengembangan vaksin telah membawa secercah harapan, namun harapan tersebut harus dapat menggapai semua pihak, yang berarti memastikan vaksin diperlakukan sebagai barang publik global yang dapat diakses dan terjangkau oleh semua orang di manapun.

Oleh karena itu, dia mendesak negara-negara anggota G20 untuk memberikan dukungan penuh terhadap Access to Covid-19 Tools (ACT) Accelerator yang diyakini dapat membantu negara-negara rentan dan berkembang untuk mendapatkan akses terhadap vaksin dengan terjangkau.

Dalam tujuh bulan terakhir, berbagai negara telah berinvestasi dengan total 10 miliar dolar AS untuk mengembangkan vaksin, diagnosis, dan kebutuhan penyembuhan, namun masih diperlukan dana sebesar 28 miliar dolar AS, termasuk 4,2 miliar dolar AS sebelum akhir tahun ini.

“Pembiayaan ini sangat penting untuk produksi massal dan distribusi alat-alat dan vaksin Covid-19 ke seluruh belahan dunia,” tegasnya.

Selain itu, Guterres juga mendorong negara-negara G20 untuk memastikan bahwa upaya pemulihan berjalan paralel dengan agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan serta Kesepakatan Paris tentang Perubahan Iklim.

Dia pun menyoroti adanya tanda-tanda yang mengkhawatirkan karena pada September, paket-paket bantuan negara-negara G20 telah berkomitmen 50 persen lebih banyak dalam pendanaan untuk mendukung bahan bakar fosil daripada energi rendah karbon.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Tragis! Rapper Young Dolph Tewas Ditembak di Toko Kue

Kamis, 18 November 2021 | 10:59 WIB

CPC Serukan Kader dan Militer Merapat ke Xi Jinping

Jumat, 12 November 2021 | 22:07 WIB

Truk Tangki BBM Meledak, 99 Dilaporkan Tewas

Minggu, 7 November 2021 | 08:56 WIB

Catat Rekor, Kasus Penyebaran Covid-19 di Jerman

Jumat, 5 November 2021 | 21:00 WIB

COP26 Akan Sepakati Hentikan Pemakaian Batu Bara

Kamis, 4 November 2021 | 10:15 WIB
X