• Sabtu, 18 September 2021

UNHCR Dianggap Lalai Tangani Pengungsi Rohingya di Aceh

- Kamis, 26 November 2020 | 11:40 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

INILAH, Banda Aceh - Ketua Satuan Tugas Penanganan Pengungsi Rohingya Kota Lhokseumawe Ridwan Jalil menilai kelalaian dari UNHCR menjadi penyebab kaburnya puluhan warga etnis Rohingya dari kamp sementara di Balai Latihan Kerja (BLK) Lhokseumawe dalam beberapa waktu terakhir.

"Kaburnya pengungsi Rohingya merupakan mutlak kesalahan dari UNHCR. Sebagai penanggungjawab kamp seharusnya UNHCR memberikan informasi tersebut ke tim Satgas, jangan malah pura-pura tidak tahu," kata Ridwan di Lhokseumawe, Rabu.

Ia menyebutkan sebagai bagian dari lembaga PBB untuk pengungsian, UNHCR belum menjalankan tugas yang baik dalam penanganan pengungsi rohingya, sehingga kapabilitas kemampuan UNHCR patut dipertanyakan terkait itu.

"Kami selalu membicarakan hal ini kepada UNHCR namun tidak pernah ditanggapi. Tidak ada alasan untuk ketergantungan kepada pemerintah terkait penanganan pengungsi Rohingya. Itu sudah tugas UNHCR, pemerintah hanya memfasilitasi dan memberikan penampungan sementara saja," katanya.

Menurut dia, tidak ada regulasi yang mengharuskan UNHCR ketergantungan kepada pemerintah daerah menyangkut anggaran dalam menangani pengungsi rohingya.

"Yang sudah jelas sesuai dengan mandatnya bahwa yang mengurus pengungsi itu adalah UNHCR," ujarnya, menegaskan.

Selama ini, Ridwan menambahkan, pihaknya juga kerap mendapatkan petugas UNHCR tidak berada di kamp pengungsian, sehingga profesionalitas mereka dalam betugas dipertanyakan ke UNHCR dan Satgas nasional.

"Petugas UNHCR jarang ada di lokasi pengungsian, seharusnya mereka harus melakukan pendampingan, bukan seenaknya melimpahkan ke pemerintah," katanya.

Semoga saja kedepan UNHCR dapat bekerja profesional, jangan seperti sebelumnya yang terkesan tutup mata seolah-olah tidak tahu akan kejadian yang terjadi terhadap para pengungsi, katanya lagi.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Badai Ida di Timur Laut AS Tewaskan 50 Orang

Senin, 6 September 2021 | 10:15 WIB
X