• Rabu, 22 September 2021

Mahathir Bantah Ikut Merancang Perikatan Nasional

- Selasa, 1 Desember 2020 | 10:30 WIB
Mantan Perdana Menteri Tun Dr. Mahathir Mohamad dan mantan Wakil Perdana Menteri Datuk Seri Dr Wan Azizah pada sebuah acara. (antara)
Mantan Perdana Menteri Tun Dr. Mahathir Mohamad dan mantan Wakil Perdana Menteri Datuk Seri Dr Wan Azizah pada sebuah acara. (antara)

INILAH, Kuala Lumpur - Mantan Perdana Menteri Tun Dr. Mahathir Mohamad membantah tuduhan Menteri Perekonomian Azmin Ali bahwa ia ikut merancang pembentukan koalisi Perikatan Nasional.

"Saya telah diberi tahu mengenai tuduhan Azmin bahwa saya yang merancang pembentukan Perikatan Nasional (PN)," ujar Mahathir dalam pernyataannya di Kuala Lumpur, Senin.

Perikatan Nasional dibentuk pada 7 Agustus 2020 dengan partai komponen koalisi terdiri atas Partai Pribumi Bersatu Malaysia (BERSATU), Partai Islam Se-Malaysia (PAS), Partai Solidaritas Tanah Airku (STAR) dan Partai Maju Sabah (SAPP).

PN didukung juga oleh 11 partai termasuk Partai UMNO dan satu orang anggota independen.

"Saya telah berkali-kali menerangkan bahwa ini tidak benar sama sekali karena PN itu dianggotai oleh 'kleptokrat' dan ditunjang oleh UMNO secara 'en-bloc'," kata Mahathir.

Mahathir mengatakan jika dirinya merancang mengapa perlu menolak dan jika ia menerima sudah pasti tetap sebagai Perdana Menteri (PM) seperti yang diakui sendiri oleh Azmin.

"Jika ada yang merancang membentuk pemerintah PN dan keluar Pakatan Harapan (PH) sudah pasti Azmin dan juga Muhyiddin (perdana menteri sekarang), yang mendapat hasil paling lumayan," katanya.

Jangan lupa ketika peristiwa terjadi, ujar dia, kedudukan Azmin Ali di dalam Partai Keadilan Rakyat dan juga PH amat terancam.

"Anwar dan pendukungnya merancang dan berusaha untuk menjatuhkan Azmin dan ini mulai sejak pemilihan di dalam Partai Keadilan," katanya.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Taliban: Di Afghanistan Tak Ada Al Qaida ataupun ISIS!

Selasa, 21 September 2021 | 21:52 WIB
X