• Sabtu, 27 November 2021

Sekjen PBB: Berdamai dengan Alam Tugas Paling Penting di Abad Ke-21

- Kamis, 3 Desember 2020 | 07:30 WIB
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres. (antara)
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres. (antara)

INILAH, Jakarta - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan bahwa berdamai dengan alam merupakan tugas yang paling penting untuk dilakukan di abad ke-21, dalam pidato terkait “Situasi Planet Kita”.

Dalam pidato yang disampaikan dari Universitas Columbia di kota New York, Amerika Serikat, pada Rabu malam waktu Jakarta, Guterres mengingatkan bahwa saat ini kemanusiaan tengah berperang melawan alam, sesuatu yang disebutnya “bagaikan membunuh diri sendiri.”

“Alam selalu menyerang balik atas apa yang telah kita lakukan terhadapnya selama ini, dan serangan balik yang keras ini sedang kita hadapi,” ujar Guterres.

Dampak dari kerusakan terhadap bumi menghalangi upaya dalam memberantas kemiskinan dan mengancam ketahanan pangan. Situasi itu kemudian mempersulit upaya untuk menciptakan perdamaian, karena menurut dia, berbagai gangguan yang diakibatkan kerusakan alam mendorong ketidakstabilan, pengungsian, dan konflik.

“Dampak yang paling berat dirasakan oleh mereka yang paling rentan di seluruh dunia,” tegasnya.

Dia pun menyebut bahwa momentum pemulihan dari pandemi Covid-19 saat ini menjadi sebuah peluang untuk menyelesaikan kemerosotan alam yang berakar dari aktivitas manusia.

“Berdamai dengan alam adalah tugas penting di abad ke-21. Ini harus menjadi prioritas teratas semua orang, di mana pun kita berada.”

Secara garis besar, dia memaparkan tiga poin penting yang perlu menjadi perhatian dalam upaya menangani krisis iklim, yang pertama yakni pentingnya mencapai netralitas karbon secara global, terutama dalam tiga dekade mendatang.

Kedua adalah untuk menyelaraskan keuangan global di balik Perjanjian Paris, sebagai cetak biru dunia untuk aksi iklim. Terakhir adalah perlunya menciptakan terobosan adaptasi untuk melindungi dunia beserta masyarakatnya dan negara-negara yang paling rentan dari dampak iklim.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Tragis! Rapper Young Dolph Tewas Ditembak di Toko Kue

Kamis, 18 November 2021 | 10:59 WIB

CPC Serukan Kader dan Militer Merapat ke Xi Jinping

Jumat, 12 November 2021 | 22:07 WIB

Truk Tangki BBM Meledak, 99 Dilaporkan Tewas

Minggu, 7 November 2021 | 08:56 WIB

Catat Rekor, Kasus Penyebaran Covid-19 di Jerman

Jumat, 5 November 2021 | 21:00 WIB

COP26 Akan Sepakati Hentikan Pemakaian Batu Bara

Kamis, 4 November 2021 | 10:15 WIB
X