• Kamis, 23 September 2021

Eropa Luncurkan Vaksinasi Covid-19 untuk Akhiri Pandemi

- Minggu, 27 Desember 2020 | 23:45 WIB
Perempuan berusia 100 tahun, Ruth Heller, mendapat suntikan vaksin anti COVID-19 buatan Pfizer/BioNTech di rumah jompo Agaplesion Bethanien Sophienhaus di Berlin, Jerman, Minggu (27/12/2020). Pada Minggu, Jerman memulai program vaksinasi di seluruh negeri. ANTARA/Kay Nietfeld/Pool via Reuters/tm
Perempuan berusia 100 tahun, Ruth Heller, mendapat suntikan vaksin anti COVID-19 buatan Pfizer/BioNTech di rumah jompo Agaplesion Bethanien Sophienhaus di Berlin, Jerman, Minggu (27/12/2020). Pada Minggu, Jerman memulai program vaksinasi di seluruh negeri. ANTARA/Kay Nietfeld/Pool via Reuters/tm

INILAH, Jakarta- Eropa, Minggu (27/12), meluncurkan program vaksinasi lintas batas dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Vaksinasi tersebut sebagai bagian dari upaya mengakhiri pandemi COVID-19 yang telah melumpuhkan ekonomi dan merenggut lebih dari 1,7 juta jiwa di seluruh dunia.

Wilayah yang berpenduduk 450 juta orang itu telah menjalin kontrak dengan berbagai pemasok untuk penyediaan lebih dari dua miliar dosis vaksin serta telah menetapkan target bahwa semua orang dewasa divaksinasi selama 2021.

Meski Eropa memiliki beberapa sistem perawatan kesehatan dengan sumber daya terbaik di dunia, skala program yang besar membuat beberapa negara harus meminta para pensiunan petugas medis untuk membantu.

Sementara itu, beberapa negara lainnya telah melonggarkan aturan terkait siapa yang diizinkan untuk memberikan suntikan vaksin.

Dengan survei yang menunjukkan tingginya keraguan terhadap vaksin di berbagai negara --dari Prancis hingga Polandia, para pemimpin 27 negara Uni Eropa mempromosikan vaksinasi sebagai kesempatan terbaik untuk kembali ke kehidupan normal tahun depan.

"Kita mulai membalik halaman pada tahun yang sulit," Ursula von der Leyen, presiden Komisi Eropa yang berbasis di Brussel yang mengoordinasikan program tersebut, mengatakan dalam cuitan di Twitter.

"Vaksinasi adalah jalan keluar terakhir dari pandemi."

Setelah pemerintah Eropa dikritik karena gagal bekerja sama untuk melawan penyebaran virus pada awal 2020, kali ini tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh wilayah mendapat pasokan vaksin.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Terkini

Taliban: Di Afghanistan Tak Ada Al Qaida ataupun ISIS!

Selasa, 21 September 2021 | 21:52 WIB
X