• Kamis, 23 September 2021

Momen Pelantikan Kamala Harris sebagai Wakil Presiden AS

- Kamis, 21 Januari 2021 | 08:00 WIB
Pelantikan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris. (antara)
Pelantikan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris. (antara)

INILAH, Washington - Kamala Harris membuat sejarah pada Rabu, ketika ia dilantik sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), mendampingi Presiden ke-46 AS Joe Biden.

Harris menjadi perempuan pertama, orang kulit hitam pertama Amerika dan orang Amerika pertama keturunan Asia yang memegang jabatan tertinggi kedua di AS.

Ke depan, Harris, 56 tahun, dipandang sebagai pesaing untuk pencalonan presiden Partai Demokrat 2024 jika Biden, 78 tahun, memutuskan untuk tidak mengejar masa jabatan kedua.

Harris menjabat sebagai senator AS dari California selama empat tahun terakhir. Ia telah mendobrak banyak tradisi, dengan menjabat sebagai perempuan pertama sebagai jaksa wilayah di San Francisco serta perempuan kulit berwarna pertama yang terpilih sebagai Jaksa Agung California.

Harris telah mengundurkan diri dari keanggotaan di Senat, namun ia masih akan memainkan peran penting di majelis tersebut. Di AS, wakil presiden menjabat sebagai ketua Senat--memiliki andil pada setiap pemungutan suara di majelis beranggotakan 100 orang itu.

Dengan jumlah yang merata antara anggota dari Demokrat dan Republik, Harris membuat partainya--Demokrat--mendapatkan kendali di Senat.

Dengan latar belakang yang dimilikinya dalam peradilan pidana, Harris dapat membantu Pemerintahan Biden menangani masalah kesetaraan dan penegakan hukum rasial, setelah negara itu dilanda gelombang protes tahun lalu.

Harris adalah putri pasangan imigran. Ibunya berasal dari India dan ayahnya dari Jamaika. Harris sebelumnya mengincar posisi sebagai perempuan pertama yang menjadi Presiden AS ketika ia bersaing dengan Biden dan kandidat-kandidat lainnya di Partai Demokrat pada 2020.

Dalam proses pencalonan itu, Harris keluar dari persaingan terkait pandangannya yang goyah tentang perawatan kesehatan dan keraguan menyangkut masa lalunya sebagai jaksa.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Taliban: Di Afghanistan Tak Ada Al Qaida ataupun ISIS!

Selasa, 21 September 2021 | 21:52 WIB
X