• Rabu, 22 September 2021

Asuransi Jiwa Global Buat Pembatasan, Khawatir Pandemi Jangka Panjang

- Senin, 25 Januari 2021 | 19:10 WIB
Ilustrasi/Antara Foto
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Jakarta- Perusahaan-perusahaan asuransi jiwa global mengambil langkah untuk mengekang pembayaran yang berasal dari pandemi Virus Corona, termasuk konsekuensi kesehatan jangka panjang yang belum sepenuhnya dipahami, sumber industri mengatakan kepada Reuters.

Perusahaan asuransi jiwa, termasuk Prudential Financial Inc dan Aviva PLC, sekarang memberlakukan masa tunggu sebelum pasien COVID-19, termasuk mereka yang telah pulih, dapat mengajukan pertanggungan. Beberapa juga membatasi cakupan untuk kelompok usia tertentu.

Perubahan ini terjadi karena beberapa perusahaan reasuransi meminta perlindungan baru dari perusahaan asuransi jiwa yang mereka hentikan, dan saat industri berupaya memastikan sejauh mana masalah yang disebabkan oleh COVID-19.

COVID-19 telah menewaskan lebih dari 2,1 juta orang di seluruh dunia dan menginfeksi hampir 100 juta, menurut penghitungan Reuters.

Beberapa korban menderita konsekuensi jangka panjang termasuk masalah pernapasan yang parah, kerusakan organ, gangguan peredaran darah, dan kelelahan kronis. Tiga minggu setelah pemulihan, 10 persen pasien COVID-19 masih tidak sehat dan hingga lima persen merasa sakit selama berbulan-bulan, menurut para ilmuwan di King's College London.

Pandemi juga telah menyebabkan krisis kesehatan mental bagi mereka yang tidak bisa mengucapkan selamat tinggal kepada orang yang dicintai atau telah diisolasi selama berbulan-bulan, sementara memperburuk masalah penyalahgunaan zat bagi orang lain.

Masih terlalu dini untuk mengetahui berapa banyak orang yang akan mengajukan klaim atas kematian, penyakit jangka panjang, atau kecacatan sebagai akibatnya, tetapi perusahaan asuransi khawatir konsekuensinya dapat berlangsung selama beberapa dekade.

“Kami telah berusaha sebagai perusahaan untuk membuat strategi tentang pemodelan ini dan telah membuat kemajuan tetapi jauh dari 'bola kristal' yang mampu memprediksi ini,” kata Kepala Direktur Medis Optimum Re Insurance Co, Dr Paulo Bandeira Pinho.

Optimum telah bertemu dengan pelanggan asuransi jiwa, termasuk Prudential Financial, untuk memetakan risiko jangka panjang dan kemungkinan dampak keuangan.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Terkini

Taliban: Di Afghanistan Tak Ada Al Qaida ataupun ISIS!

Selasa, 21 September 2021 | 21:52 WIB
X