• Rabu, 8 Desember 2021

Polisi Myanmar Tangkap Aktor Pendukung Oposisi Antikudeta

- Minggu, 21 Februari 2021 | 20:00 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

INILAH, Yangon - Polisi Myanmar menangkap seorang aktor terkenal karena mendukung oposisi terhadap kudeta 1 Februari, kata istrinya pada Ahad, beberapa jam setelah dua orang tewas ketika polisi dan tentara menembaki pengunjuk rasa di kota kedua Mandalay.

Kekerasan di Mandalay pada Sabtu adalah insiden paling berdarah dalam lebih dari dua minggu demonstrasi di kota-kota besar dan kecil di seluruh Myanmar yang menuntut diakhirinya kekuasaan militer dan pembebasan dari penahanan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi dan lainnya.

Demonstrasi dan kampanye pembangkangan sipil dalam pemogokan dan gangguan tidak menunjukkan tanda-tanda mereda dengan lawan-lawan militer yang skeptis terhadap janji tentara untuk mengadakan pemilihan baru dan menyerahkan kekuasaan kepada pemenang.

Aktor itu, Lu Min, adalah satu dari enam pesohor yang menurut militer pada Rabu dicari berdasarkan undang-undang anti hasutan karena mendorong pegawai negeri untuk bergabung dalam protes. Tuduhan itu bisa membawa hukuman penjara dua tahun.

Lu Min telah mengambil bagian dalam beberapa protes di Yangon. Istrinya, Khin Sabai Oo, mengatakan dalam sebuah video yang diunggah di halaman Facebook-nya bahwa polisi telah datang ke rumah mereka di Yangon dan membawanya pergi.

"Mereka membuka paksa pintu dan membawanya pergi dan tidak memberi tahu saya ke mana mereka akan membawanya. Saya tidak bisa menghentikan mereka. Mereka tidak memberi tahu saya."

Juru bicara militer Zaw Min Tun, yang juga juru bicara dewan militer baru, belum menanggapi upaya berulang oleh Reuters untuk menghubunginya melalui telepon untuk dimintai komentar.

Dia mengatakan pada konferensi pers pada Selasa bahwa tindakan tentara berada dalam konstitusi dan didukung oleh mayoritas rakyat dan dia menyalahkan pengunjuk rasa karena memicu kekerasan.

Sebuah kelompok aktivis, Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, mengatakan pada hari Sabtu 569 orang telah ditangkap, didakwa atau dijatuhi hukuman sehubungan dengan kudeta tersebut.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Tags

Terkini

Swiss Kerahkan 2.500 Tentara Atasi Lonjakan Covid-19

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:53 WIB

Kebakaran di Penjara Burundi Tewaskan 38 Narapidana

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:47 WIB

Tragis! Rapper Young Dolph Tewas Ditembak di Toko Kue

Kamis, 18 November 2021 | 10:59 WIB

CPC Serukan Kader dan Militer Merapat ke Xi Jinping

Jumat, 12 November 2021 | 22:07 WIB
X