• Sabtu, 18 September 2021

Indonesia-Singapura Ratifikasi Perjanjian Investasi Bilateral

- Selasa, 9 Maret 2021 | 23:30 WIB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. (antara)
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. (antara)

INILAH, Jakarta - Indonesia dan Singapura meratifikasi perjanjian investasi bilateral (bilateral investment treaty/BIT), yang dapat menjadi pendorong untuk mempercepat pemulihan ekonomi kedua negara.

“(Perjanjian) ini berpotensi meningkatkan investasi dua arah berkisar antara 18 persen sampai 22 persen untuk lima tahun ke depan,” ujar Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pertukaran instrument ratifikasi BIT yang berlangsung virtual, Selasa.

Ditandatangani oleh pemerintah kedua negara pada Oktober 2018 sebelum kemudian diratifikasi, BIT Indonesia-Singapura menjadi perjanjian investasi bilateral pertama yang mulai berlaku sejak bertahun-tahun masa peninjauan oleh pemerintah Indonesia.

“Karena itu, BIT ini dapat menjadi model dan tolok ukur perjanjian investasi Indonesia dengan negara lain,” tutur Retno.

Dalam hal ini, perjanjian tersebut memberikan kepastian dan kepercayaan lebih karena memberikan perlindungan hukum bagi investor Indonesia dan Singapura yang berinvestasi di kedua negara, mencapai keseimbangan antara hak dan kewajiban investor dan negara tuan rumah investasi yang merupakan situasi saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, serta mempertahankan hak negara tuan rumah untuk mengatur untuk kepentingan publik.

“BIT ini mencerminkan komitmen kuat Indonesia dan Singapura terhadap kerja sama ekonomi yang terbuka dan adil, menandai kembalinya harapan dan optimisme yang diperkuat untuk lebih mengeksplorasi peluang bisnis yang menguntungkan kita semua,” kata Retno.

Singapura adalah mitra perdagangan dan investasi utama bagi Indonesia, yang diperkirakan terus berlanjut selama tahun-tahun mendatang.

Berdasarkan statistik pemerintah, Singapura merupakan investor terbesar bagi Indonesia dengan total investasi sebesar 9,8 miliar dolar AS (sekitar Rp140,4 triliun) pada 2020, atau meningkat signifikan dari 6,5 miliar dolar AS (sekira Rp93,1 triliun) pada 2019.

Dengan meratifikasi BIT, kata Menlu Retno, Indonesia dan Singapura dapat memanfaatkan potensi investasi senilai 200 miliar dolar AS (sekitar Rp2.865 triliun) per tahun pada 2030 di kawasan.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Tags

Terkini

Badai Ida di Timur Laut AS Tewaskan 50 Orang

Senin, 6 September 2021 | 10:15 WIB
X