• Senin, 6 Desember 2021

Australia Minta EU Kirim Satu Juta Vaksin Covid untuk Papua Nugini

- Rabu, 17 Maret 2021 | 23:45 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

INILAH, Canberra - Australia mengatakan pada Rabu akan meminta Uni Eropa (EU) untuk merilis satu juga dosis vaksin Covid-19 untuk membantu Papua Nugini melawan wabah yang berbahaya, permintaan yang kemungkinan akan meningkatkan ketegangan terkait pasokan vaksin.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan bahwa vaksin yang dikontrak untuk Australia sangat dibutuhkan untuk membendung lonjakan kasus virus corona di negara pulau Pasifik itu, yang sebagian hanya dapat ditempuh dengan perjalanan singkat menggunakan kapal dari teritori Australia.

“Kami telah memiliki kontrak atas (vaksin). Kami telah membayar dan kami ingin melihat vaksin-vaksin itu segera tiba sehingga kami dapat mendukung tetangga terdekat kami, PNG, untuk menghadapi kebutuhan darurat mereka di kawasan kami,” kata Morrison kepada wartawan di Canberra.

“Mereka adalah keluarga kami, mereka kawan kami. Mereka tetangga kami. Mereka mitra kami... Ini adalah kepentingan Australia, dan ini adalah kepentingan kawasan kami.”

Australia akan mendonasikan 8.000 dosis vaksin Covid-19 yang diproduksi secara lokal sebagai respon segera atas pewabahan tersebut, dan akan menyediakan satu juta dosis setibanya vaksin dari Eropa, kata Morrison.

Permintaan itu kemungkinan akan meningkatkan ketegangan dengan Uni Eropa usai Brussels, atas permintaan Italia, memblokir pengiriman 250.000 dosis vaksin AstraZeneca PLC ke Australia, merujuk pada kekurangan pasokan vaksin di Eropa.

Pemblokiran itu merupakan penolakan pertama terhadap permintaan ekspor sejak Uni Eropa mendirikan mekanisme untuk memonitor alur vaksin pada akhir Januari.

PNG mencatat 82 kasus baru Covid-19 pada Senin, namun pejabat kesehatan tertinggi Australia mengatakan bahwa angka tersebut kemungkinan "jauh lebih kecil dari yang sebenarnya". Secara resmi, PNG telah mencatat hanya 2.000 kasus sejak pandemi dimulai.

Perdana Menteri PNG James Marape pada Selasa mengatakan bahwa Covid-19 telah "merajalela" mendesak orang-orang untuk menghindari perjalanan yang tidak penting.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Tragis! Rapper Young Dolph Tewas Ditembak di Toko Kue

Kamis, 18 November 2021 | 10:59 WIB

CPC Serukan Kader dan Militer Merapat ke Xi Jinping

Jumat, 12 November 2021 | 22:07 WIB
X