• Rabu, 8 Desember 2021

Perpusnas Jalin Kerja Sama dengan Perpustakaan Akademik Kazakhstan

- Selasa, 13 April 2021 | 18:45 WIB
Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan RSI Perpustakaan Akademik Nasional Republik Kazakhstan secara virtual di Jakarta, Senin (12/4). (antara)
Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan RSI Perpustakaan Akademik Nasional Republik Kazakhstan secara virtual di Jakarta, Senin (12/4). (antara)

INILAH, Jakarta - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menjalin kerja sama dengan RSI Perpustakaan Akademik Nasional Republik Kazakhstan dalam pengembangan kegiatan penelitian bersama hingga pertukaran koleksi buku.

“Kerja sama ini dalam bidang pengembangan kegiatan penelitian bersama, pertukaran koleksi buku, penyelenggaraan pameran dan acara bersama termasuk dalam format daring, pengembangan kapasitas dan pertukaran pengalaman sumber daya manusia, pertukaran publikasi dalam terbitan berkala profesional, dan akses koleksi digital,” ujar Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa.

Jalinan kerja sama antara kedua perpustakaan nasional ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dengan Kepala RSI Umuthan Munalbayeva yang berlangsung secara virtual.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dengan Kepala RSI Umuthan Munalbayeva yang berlangsung secara virtual.

“Kesepakatan ini menunjukkan komitmen pertukaran informasi dan ilmu pengetahuan di bidang perpustakaan antara kedua negara. Kerja sama yang dibangun merupakan kolaborasi antara dua perpustakaan yang berperan dalam melindungi dan melestarikan kebudayaan masing-masing,” tambah dia.

Saat ini, lanjut dia, di Perpusnas sudah ada Pojok Sastra Abai Qunanbayuly yang berlokasi di Layanan Koleksi Mancanegara di Gedung Perpustakaan Nasional. Pojok sastra yang menampilkan koleksi buku mengenai Kazakhstan tersebut dinamai sesuai penulis besar negara tersebut.

Dia menjelaskan bahwa Perpusnas terbuka untuk negara-negara asing mengadakan pameran. Dia meminta kepada Kedutaan Besar Indonesia untuk Kazakhstan agar menginformasikan kepada duta besar negara lain agar memanfaatkan fasilitas yang ada di Perpusnas tersebut.

“Kami mohon kepada duta besar kita di sana untuk menginfomasikan kepada rekan-rekan sesama dubes untuk memanfaatkan fasilitas Perpusnas secara rutin,” jelas dia.

Kepala RSI Umuthan Munalbayeva menyatakan penandatanganan MoU merupakan langkah signifikan untuk kerja sama bilateral dan memperkuat ikatan profesional dan persahabatan antara kedua perpustakaan. Melalui MoU, sejumlah aktivitas bersama diharapkan dapat dilakukan seperti proyek budaya, pendidikan, kongres/forum internasional, pameran, acara, dan lainnya, termasuk dalam format daring.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Swiss Kerahkan 2.500 Tentara Atasi Lonjakan Covid-19

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:53 WIB

Kebakaran di Penjara Burundi Tewaskan 38 Narapidana

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:47 WIB

Tragis! Rapper Young Dolph Tewas Ditembak di Toko Kue

Kamis, 18 November 2021 | 10:59 WIB

CPC Serukan Kader dan Militer Merapat ke Xi Jinping

Jumat, 12 November 2021 | 22:07 WIB
X