• Senin, 6 Desember 2021

PM Shtayyeh Kecam Ekspansi Pemukiman Israel, Gangguan Al-Aqsa

- Selasa, 20 April 2021 | 13:30 WIB
Perdana Menteri Mohammad Shtayyeh. (antara)
Perdana Menteri Mohammad Shtayyeh. (antara)

INILAH, Ramallah - Perdana Menteri Mohammad Shtayyeh mengecam ekspansi pemukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki, gangguan yang didukung pemerintah Israel oleh kaum fanatik Yahudi ke Masjid Al-Aqsa, dan tindakan Israel yang menghalangi pemilihan Palestina di Yerusalem Timur.

Berbicara pada pembukaan rapat kabinet mingguan Palestina yang diadakan di Ramallah, Perdana Menteri Shtayyeh menuntut agar pemerintah AS bertindak cepat dan tegas untuk mengekang perluasan pemukiman Israel, yang mencakup rencana untuk mendirikan lebih dari 12.000 unit pemukiman di Tepi Barat, termasuk 540 unit di Jabal Abu Ghneim, selatan Yerusalem.

Perluasan pemukiman kolonial di wilayah pendudukan sangat berbahaya dan akan merusak upaya internasional untuk mendirikan negara Palestina pada 4 Juni dengan Yerusalem sebagai ibukotanya, katanya.

Ia menambahkan bahwa perluasan pemukiman, dan pembahasan di parlemen Israel, Knesset, dari RUU untuk melegitimasi pos-pos pemukiman, bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait aktivitas pemukiman, yang paling utama adalah 2334.

Shtayyeh juga mengutuk pelanggaran Israel yang sedang berlangsung terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa sebagai tempat suci, dan serangan oleh polisi terhadap jamaah di Yerusalem setiap hari selama bulan suci Ramadhan.

Ia mencatat bahwa gangguan dan serangan adalah bagian dari rencana yang lebih besar yang bertujuan untuk membagi tempat suci umat Islam. Perdana Menteri Shtayyeh bersumpah untuk terus menghadapi rencana Israel tersebut.

Ia juga mengutuk penangkapan sejumlah kandidat untuk pemilihan legislatif Palestina oleh polisi Israel di Yerusalem yang diduduki dan melarang konferensi pers untuk para kandidat yang berpartisipasi dalam pemilihan legislatif yang dijadwalkan pada 22 Mei.

Ia mengatakan bahwa pemerintahnya akan terus bekerja dengan pihak-pihak internasional untuk membuat Israel menghilangkan rintangan yang ditujukan kepada pemilihan umum di Yerusalem.

Perdana Menteri Shtayyeh mengatakan Menteri Luar Negeri Riyad Malki akan mengunjungi Brussel untuk merekrut komunitas internasional untuk mendukung penyelenggaraan pemilu di Yerusalem.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Tragis! Rapper Young Dolph Tewas Ditembak di Toko Kue

Kamis, 18 November 2021 | 10:59 WIB

CPC Serukan Kader dan Militer Merapat ke Xi Jinping

Jumat, 12 November 2021 | 22:07 WIB
X