• Sabtu, 27 November 2021

Utusan Khusus PBB Adakan Pertemuan Sebelum KTT ASEAN tentang Myanmar

- Rabu, 21 April 2021 | 22:00 WIB
Utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Christine Schraner Burgener diterima Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (antara)
Utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Christine Schraner Burgener diterima Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (antara)

INILAH, Jakarta - Utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Christine Schraner Burgener akan berkunjung ke Jakarta pada Kamis (22/4) untuk bertemu para pejabat negara-negara Asia Tenggara guna mencari jalan untuk mengakhiri pertumpahan darah dan memulihkan stabilitas di Myanmar, menurut tiga sumber yang mengetahui gerakannya.

Menurut tiga sumber yang mengetahui jadwal Burgener, utusan khusus PBB untuk Myanmar itu tidak akan menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada Sabtu (24/4), tetapi akan mengadakan pertemuan di sela-sela acara yang khusus diselenggarakan untuk membahas isu Myanmar tersebut.

Sejak militer menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada 1 Februari 2021, Myanmar telah mengalami kekacauan yang hebat di tengah tindakan keras yang mematikan oleh junta terhadap pengunjuk rasa dan jatuhnya ekonomi, meningkatkan kekhawatiran bahwa negara itu akan menjadi negara yang gagal.

Pada pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB pada 1 April, Burgener memperingatkan jika "tindakan kolektif" tidak diambil oleh komunitas internasional untuk membatalkan kudeta maka "pertumpahan darah akan segera terjadi".

Burgener telah mengatur pertemuan dengan menteri luar negeri Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam, menurut sumber PBB, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Dia juga meminta pertemuan dengan pemimpin junta Min Aung Hlaing, yang akan menghadiri pertemuan di Jakarta menurut juru bicara militer yang dikutip oleh Nikkei Asia.

Burgener, yang telah berada di Thailand selama 12 hari terakhir, telah berkomunikasi dengan militer sejak kudeta, tetapi upayanya berulang kali untuk mengunjungi Myanmar telah dihalangi.

Sebelumnya, menlu Malaysia juga telah mengumumkan perjalannya ke Jakarta untuk menghadiri pertemuan ASEAN tersebut.

Dalam keterangan tertulisnya, Menlu Hishammuddin Tun Hussein juga menyampaikan rencananya untuk melakukan pembicaraan per telepon dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres guna membahas krisis Myanmar.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Tragis! Rapper Young Dolph Tewas Ditembak di Toko Kue

Kamis, 18 November 2021 | 10:59 WIB

CPC Serukan Kader dan Militer Merapat ke Xi Jinping

Jumat, 12 November 2021 | 22:07 WIB

Truk Tangki BBM Meledak, 99 Dilaporkan Tewas

Minggu, 7 November 2021 | 08:56 WIB

Catat Rekor, Kasus Penyebaran Covid-19 di Jerman

Jumat, 5 November 2021 | 21:00 WIB

COP26 Akan Sepakati Hentikan Pemakaian Batu Bara

Kamis, 4 November 2021 | 10:15 WIB
X