• Senin, 6 Desember 2021

Puasa Ramadan di Xinjiang, Larangan atau Pilihan? (Bagian 1)

- Minggu, 25 April 2021 | 13:45 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

INILAH, Kashgar, Xinjiang - Sinar mentari di Kashgar luar biasa cerah, sehangat suhu udara pagi khas musim semi di wilayah selatan Daerah Otonomi Xinjiang.

Suasana di terminal kedatangan bandar udara, jalan raya, dan pusat keramaian lainnya pada tanggal 19 April 2021 terlihat lebih dinamis ketimbang kunjungan pertama ANTARA pada tanggal 4 Januari 2019 di kota yang disebut-sebut pernah menjadi sarang kelompok radikal itu.

Perbedaan mencolok lainnya adalah pemandangan dari bandar udara. Dua tahun lalu bisa langsung terlihat alam perbukitan batu yang seakan membentengi wilayah terluar China itu dengan Uzbekistan, Tajikistan, Afghanistan, dan Pakistan. Sekarang sudah banyak bangunan bertingkat, termasuk juga kegiatan komando militer.

Polisi berseragam juga tidak lagi tampak siaga di mana-mana seperti dua tahun lalu saat awal-awal munculnya perhatian dunia atas isu penahanan beberapa warga etnis minoritas Muslim Uighur di beberapa kamp "konsentrasi" untuk menjalani pendidikan kembali di bidang hukum dan bahasa nasional sekaligus keterampilan guna menambah kecakapan hidup atau life skill.

Kesan saling curiga dalam relasi antarmasyarakat setempat saat daerah yang banyak dihuni etnis Uighur itu dilanda serangkaian terorisme pada rentang 1992-2014 itu juga sudah mulai sirna.

Boleh dibilang Kashgar telah berubah total. Kemiskinan dan keterbelakangan seperti dikesankan seorang warga Pakistan yang pernah berkunjung ke Kashgar pada 1992  sudah berubah total.

"Dulu saya datang ke sini naik bus dari Islamabad. Dua hari lamanya karena medannya cukup berat. Sesampainya di sini, saya melihat hampir semua orang bawa senjata tajam, ada yang di saku atau diselipkan di celana. Masyarakatnya benar-benar miskin," ujar pria asal Ibu Kota Pakistan saat ditemui dalam kunjungan ketiganya ke Kashgar itu.

Secara geografis Kashgar memang sangat dekat dengan Pakistan. Naik pesawat cuma 40 menit. Padahal ke Urumqi, Ibu Kota Xinjiang, bisa 2,5 jam. Dari Beijing ke Kashgar malah 6 jam, hampir sama lama penerbangannya dengan Beijing-Jakarta.

Zona waktunya sama dengan Beijing karena memang China yang luas wilayahnya hampir 10 juta kilometer persegi itu punya satu zona waktu. Irisan waktunya sama dengan Waktu Indonesia Bagian Tengah (Wita).

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Tragis! Rapper Young Dolph Tewas Ditembak di Toko Kue

Kamis, 18 November 2021 | 10:59 WIB

CPC Serukan Kader dan Militer Merapat ke Xi Jinping

Jumat, 12 November 2021 | 22:07 WIB
X