• Rabu, 22 September 2021

Puasa Ramadhan di Xinjiang, Larangan atau Pilihan? (Bagian 3/Tamat)

- Senin, 26 April 2021 | 16:45 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

INILAH, Aksu-Kashgar, Xinjiang - Bandar Udara Aksu tertutup kabut tipis manakala roda pesawat Boeing 737-700 milik maskapai China Southern Airlines menyentuh ujung landasan pacu tepat pukul 10.00 waktu setempat.

Dari jendela pesawat terlihat beberapa personel militer berlari-lari kecil mengitari dua unit pesawat nirawak warna hitam mirip kalajengking raksasa.

Dibandingkan dengan Kashgar, Bandara Aksu relatif lebih kecil dan hanya melayani penerbangan domestik China saja.

Meskipun kota kecil, geliat industri di kota yang berbatasan langsung dengan Kirgistan dan Uzbekistan di sebelah barat itu lebih terlihat dibandingkan dengan kota kecil lainnya di Daerah Otonomi Xinjiang.

Pabrik tekstil, utamanya. Karena kota yang dihuni 695 ribu jiwa yang mayoritas dari kalangan etnis minoritas Muslim Uighur itu juga banyak terdapat perkebunan kapas.

Salah satu pabrik tekstil terbesar di Aksu adalah Huafu Color Co Ltd. Perusahaan yang mempekerjakan sekitar 5.000 karyawan ini termasuk salah satu perusahaan di Xinjiang yang terkena sanksi oleh Kementerian Perdagangan Amerika Serikat atas dugaan kerja paksa terhadap etnis Uighur.

Sejak sanksi tersebut diberlakukan pada Desember 2020, Huafu mengalami kerugian yang mencapai angka 400 juta yuan atau sekitar Rp895,8 miliar.

Produk utama berupa benang dan bahan tekstil lainnya untuk ekspor ke Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan Korea Selatan.

Merek-merek pakaian jadi dan perlengkapan olahraga ternama seperti Adidas, Nike, H&M, Zara, dan Uniqlo mendapatkan pasokan bahan dari Huafu.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Taliban: Di Afghanistan Tak Ada Al Qaida ataupun ISIS!

Selasa, 21 September 2021 | 21:52 WIB
X