• Minggu, 26 September 2021

Peretas China Curi Data Pemerintah Kamboja

- Kamis, 22 Juli 2021 | 19:00 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

INILAH, Phnom Penh - Terkubur dalam dakwaan Amerika Serikat yang panjang terhadap aksi mata-mata global China di dunia maya, ada hal yang mengundang penasaran.

Kamboja, salah satu sekutu Beijing paling loyal di Asia, ternyata juga menjadi target serangan siber China. Serangan itu mengungkap data pembicaraan antara China dan Kamboja tentang penggunaan Sungai Mekong.

Sungai Mekong dianggap sebagai medan perang baru antara AS dan China dalam menancapkan pengaruh mereka di Asia Tenggara.

Empat warga negara China --tiga pejabat keamanan dan seorang peretas yang dikontrak-- telah didakwa melakukan serangan terhadap puluhan perusahaan, universitas dan badan-badan pemerintah di AS dan negara lain, kata Departemen Kehakiman AS, Senin.

Belum ada tanggapan dari mereka yang disebut dalam dakwaan itu.

Tuduhan tersebut, yang menurut China dibuat-buat dan bermotivasi politik, tercantum dalam dakwaan pengadilan AS sepanjang 30 halaman tentang aktivitas sebuah perusahaan yang dikelola kementerian luar negeri China di Hainan, provinsi kepulauan China dekat Asia Tenggara.

Menurut dakwaan, salah satu target serangan adalah "Kementerian A Pemerintah Kamboja", di mana peretas "mencuri data terkait pembicaraan pemerintah China dan Kamboja tentang penggunaan Sungai Mekong" pada Januari 2018.

Kementerian yang dimaksud adalah Kementerian Luar Negeri Kamboja, kata dua sumber yang mengetahui langsung dakwaan itu. Kedutaan besar China di Kamboja dan Kemenlu China belum memberi tanggapan tentang hal itu.

Seorang juru bicara Kemenlu Kamboja meneruskan pertanyaan Reuters ke kementerian telekomunikasi, yang menolak berkomentar. Juru bicara pemerintah Kamboja Phay Siphan juga menolak memberi tanggapan.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Paviliun Indonesia Siap Beraksi di Expo 2020 Dubai

Jumat, 24 September 2021 | 19:51 WIB

Taliban: Di Afghanistan Tak Ada Al Qaida ataupun ISIS!

Selasa, 21 September 2021 | 21:52 WIB
X