• Minggu, 28 November 2021

Mantan Pendiri Taliban Mullah Baradar Bakal Pimpin Afganistan

- Jumat, 3 September 2021 | 16:45 WIB
 Mullah Baradar, akan memimpin pemerintahan baru Afghanistan yang akan diumumkan segera (Mullah Baradar)
Mullah Baradar, akan memimpin pemerintahan baru Afghanistan yang akan diumumkan segera (Mullah Baradar)

INILAHKORAN, Bandung-Salah satu pendiri Taliban, Mullah Baradar, akan memimpin pemerintahan baru Afghanistan yang akan diumumkan segera, kata beberapa anggota kelompok itu, Jumat (3/9/2021).

Baradar, yang saat ini menjabat kepala kantor politik Taliban, akan didampingi oleh Mullah Mohammad Yaqoob, juga putra mendiang pendiri Taliban Mullah Omar serta Sher Mohammad Abbas Stanekzai, untuk mengisi jabatan-jabatan utama di pemerintahan, kata tiga sumber.

"Semua pemimpin utama sudah tiba di Kabul, di mana persiapan untuk mengumumkan pemerintah baru sudah di tahap akhir," kata salah satu pejabat Taliban kepada Reuters tanpa bersedia disebutkan namanya.

Baca Juga: Keren! Di Negara Ini Varian Delta Bak 'Macan Ompong', Hanya 28 Kasus Terkonfirmasi

Sementara itu, Haibatullah Akhunzada, pemimpin tertinggi keagamaan Taliban, akan memusatkan upaya pada aspek agama serta pemerintahan dalam kerangka ajaran Islam, menurut sumber lainnya.

Taliban saat berkuasa pada 1996 hingga 2001 menerapkan hukum Islam dalam bentuk radikal.

Namun kali ini, kelompok tersebut telah berupaya memperlihatkan wajah yang lebih moderat.

Taliban telah menyatakan janji akan melindungi hak asasi manusia dan menahan diri untuk tidak melakukan pembalasan terhadap musuh-musuh lama.

Baca Juga: Kisah Pilu Calon Bintang Dunia yang Terkatung-katung di Afganistan

Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara-negara lain telah memperlihatkan keraguan terhadap jaminan tersebut.

Mereka mengatakan pengakuan resmi pada pemerintah baru Afghanistan serta aliran bantuan ekonomi akan tergantung pada tindakan yang diperlihatkan Taliban.

Taliban telah menjanjikan orang asing maupun warga Afghanistan yang masih tertinggal penerbangan untuk berangkat meninggalkan negara itu setelah Amerika Serikat mengakhiri penarikan pasukannya menjelang tenggat 31 Agustus.

Baca Juga: Taliban Bakal Dapat Pengakuan dari Uni Eropa, Tapi Syaratnya...

Namun karena bandara Kabul masih ditutup, banyak orang berupaya keluar dari Afghanistan melalui jalan darat. (***)

Editor: JakaPermana

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tragis! Rapper Young Dolph Tewas Ditembak di Toko Kue

Kamis, 18 November 2021 | 10:59 WIB

CPC Serukan Kader dan Militer Merapat ke Xi Jinping

Jumat, 12 November 2021 | 22:07 WIB

Truk Tangki BBM Meledak, 99 Dilaporkan Tewas

Minggu, 7 November 2021 | 08:56 WIB

Catat Rekor, Kasus Penyebaran Covid-19 di Jerman

Jumat, 5 November 2021 | 21:00 WIB

COP26 Akan Sepakati Hentikan Pemakaian Batu Bara

Kamis, 4 November 2021 | 10:15 WIB
X